#lalulintas

Bahaya Microsleep, Tidur Tiba-tiba saat Berkendara

Bahaya <i>Microsleep</i>, Tidur Tiba-tiba saat Berkendara
Pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) PT. Hutama Karya bersama Satuan PJR Ditlantas Polda Lampung mengelar operasi microsleep (razia mengantuk) Sabtu 27 Januari 2021 dini hari di Rest Area KM 234 Mesuji. Dok  PT. Hutama Karya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) PT. Hutama Karya bersama Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Lampung terus berusaha menekan angka kecelakaan di jalan tol. Melalui operasi microsleep (razia mengantuk), petugas mengimbau pengendara agar tetap dalam kondisi prima saat mengemudikan kendaraannya.

Kegiatan ini dinilai cukup efektif menurunkan angka kecelakaan lalu lintas hingga 54%.

Microsleep adalah kejadian tidur pendek yang berlangsung 1 sampai 30 detik. Biasanya microsleep datang tiba-tiba dan orang yang mengalaminya tidak sadar bahwa ia baru saja tertidur.

Kondisi microsleep cukup berbahaya, terutama jika sedang berkendara di jalan. Microsleep terjadi karena pekerjaan yang monoton dan berulang serta kurang tidur. Tentunya selama mengemudi pastikan untuk selalu dalam keadaan fit demi mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Branch Manager PT Hutama Karya Ruas Tol Terbangi Besar, Pematang Panggang dan Kayu Agung (Terpeka), Yoni Satyo Wisnuwardono, mengatakan, jajarannya secara rutin menggelar operasi microsleep. Kegiatan tersebut bertujuan agar pengguna jalan yang masuk dan keluar Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya Lampung dalam kondisi yang sehat dan tidak mengantuk.

"Kami menggelar operasi microslep pada Sabtu, 27 Januari 2021 dini hari di Rest Area KM 234 Mesuji. Kegiatan ini sebelumnya juga beberapa kali dilakukan. Operasi microsleep cukup efektif menurunkan angka kecelakaan lalu lintas sampai dengan 54 persen," kata Yoni.

Ia juga mengatakan, dalam operasi tersebut dilakukan pengecekan kondisi badan pengemudi. Apabila mengantuk, maka diwajibkan untuk beristirahat. Setelah itu dipersilakan melanjutkan perjalanan.

Yoni mengatakan, salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas adalah sopir yang mengalami kelelahan pada waktu rawan, yakni pukul 02.00-05.00 WIB. 

"Kami juga mengimbau kepada pengendara agar berhati-hati saat berkendara. Bila lelah segera beristirahat di tempat yang telah ditentukan seperti rest area, jangan istirahat di bahu jalan," katanya.

Selain operasi microsleep, pihaknya juga melakukan sosialisasi penggunaan speed gun, untuk melihat rata-rata kecepatan kendaraan yang melintas, baik yang over speed maupun under speed.

Jika ada kendaraan yang melebihi kecepatan maksimal yang telah ditentukan, maka petugas akan menegur untuk memperingati bahwa kecepatan yang boleh hanya 100 kilometer per jam. Nantinya akan ada tindakan tilang oleh pihak kepolisian bila ada yang melakukan pelanggaran.

Yoni mengatakan untuk kendaraan yang melintas hampir rata-rata dengan kecepatan 120 sampai 150 kilometer per jam, sedangkan yang diperbolehkan hanya 100 kilometer per jam. Sosialisasi penggunaan speed gun ini bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan tol lantaran melebihi kecepatan batas maksimal, dan risiko tabrakan di jalan tol.

"Kami lakukan sosialisasi kepada pengendara agar mematuhi batas maksimal kecepatan di jalan tol. Kegiatan ini guna .engurangi angka kecelakaan dan risiko tabrakan antara kendaraan besar dan kecil," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait