#RUUSIDIKNAS

Bahasa Inggris Tidak Masuk Muatan Wajib RUU Sisdiknas, Ini Kata Akademisi

Bahasa Inggris Tidak Masuk Muatan Wajib RUU Sisdiknas, Ini Kata Akademisi
Akademisi Pendidikan Universitas Lampung (Unila), M Thoha B Sampurna Jaya. Lampost.co/Deta citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas), kembali menjadi perbincangan lantaran tidak memasukkan pelajaran bahasa inggris dalam muatan wajib.

Akademisi Universitas Lampung (Unila) M Thoha B Sampurna Jaya mengatakan, hal itu akan berdampak buruk bagi dunia pendidikan dalam menghadapi era globalisasi.

"Hal ini tidak sejalan dengan era globalisasi jika pelajaran bahasa inggris tidak diwajibkan atau justru akan dihilangkan,” ujar M Thoha, Minggu, 09 Oktober 2022.

Selain itu dengan tidak diwajibkan pelajaran tersebut juga akan berdampak pada tenaga pendidik, yang saat ini sudah banyak memiliki latar belakang pendidikan bahasa inggris. "Tentu akan ikut berdampak pada mereka bagaimana nasib para tenaga pendidik atau calon tenaga pendidik yang sudah terlanjur mengajar bahasa inggris," kata dia.

Menurutnya, lebih baik mata pelajaran itu tetap ada di sekolah. Sebab di era globalisasi seperti sekarang ini, memiliki kemampuan berbahasa asing terutama bahasa inggris sangat dibutuhkan.

"Selain itu juga kualitas sistem pendidikan di Provinsi Lampung ini masih belum merata. Namun sekarang mulai ada peningkatan, yakni sudah banyak sekolah unggul yang berada di luar Kota Bandar Lampung contohnya seperti di Metro," ungkapnya.

Ia berpesan agar Pemerintah seluruh kabupaten/kota dapat berkomitmen untuk melakukan pemerataan kualitas sistem pendidikan, sehingga tidak terjadi migrasi pelajar yang hanya berfokus pada satu daerah saja.

Selain itu juga untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan, tidak hanya tentang kualitas akademik saja namun dibutuhkan fasilitas yang mendukung.

"Maka RUU Sisdiknas saat ini perlu dipikirkan kembali, bagaimana kelengkapan dari beberapa hal yang banyak menjadi perbincangan masyarakat luas. Kemudian Kementerian perlu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam RUU Sisdiknas nantinya," ujarnya.  

Informasi yang didapat dalam naskah RUU Sisdiknas pada pasal 81 disebutkan, jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan menengah mencakup muatan wajib antara lain pendidikan agama, pendidikan Pancasila, bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni dan budaya, pendidikan jasmani dan olahraga, keterampilan dan muatan lokal. Tidak mencakup pelajaran bahasa Inggris di dalamnya yang menjadi muatan wajib, pada jenjang pendidikan SD hingga Menengah Atas.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait