#azissyamsuddin#kpk#korupsi

Azis Syamsuddin bakal Disidang di Jakarta

Azis Syamsuddin bakal Disidang di Jakarta
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Dok Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung, Azis Syamsuddin segera menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat. Azis diduga menyuap eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), AKP Stepanus Robin Pattuju terkait percaloan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) tahun 2017.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Yoga Pratomo telah melimpahkan berkas perkara Azis pada Senin, 29 november 2021, kemarin. 

"Penahanan terdakwa beralih dan menjadi wewenang dari PN Tipikor," ujar Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, Selasa, 30 November 2021.

Baca: Berkas Lengkap, Azis Syamsuddin Segera Disidang

 

Ali menambahkan, tim jaksa masih menunggu penunjukan Majelis Hakim yang akan memimpin jalannya persidangan dan penetapan hari sidang dengan agenda awal pembacaan surat dakwaan tersebut. 

Azis bakal didakwa Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP, atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada Agustus 2020, Azis menghubungi eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk mengurus kasus yang melibatkan dia sekaligus orang kepercayaannya, Aliza Gunado. Kemudian Robin menghubungi seorang lawyer bernama Maskur Husain untuk mengurus perkara tersebut. Maskur meminta Azis dan Aliza menyiapkan masing-masing uang Rp2 miliar.

Robin juga menyampaikan langsung permintaan uang tersebut dan disetujui Azis. Kemudian Maskur meminta uang muka Rp300 juta terhadap Azis.

"AZ mengirmkan uang ke rekening MH secara bertahap," ujar Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri, beberapa waktu lalu. 

Masih pada Agustus 2020, Robin mendatangi rumah dinas Azis Syamsudin di Jakarta Selatan. Robin menerima uang tiga kali, yakni USD100 ribu, SGD17.600, dan SGD140.500.

"Uang asing tersebut ditukarkan oleh SRP dan MH ke money changer dengan menggunakan identitas pihak lain sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ ke RSP dan MH Rp4 miliar dan telah direalisasikan Rp3,1 miliar," paparnya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait