Ihsgsaham

Awali Pekan, IHSG Diprediksi Terkoreksi

Awali Pekan, IHSG Diprediksi Terkoreksi
Ilustrasi.Dok


JAKARTA (Lampost.co) -- Mengawali pekan ketiga Desember 2020, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah. IHSG diyakini mengalami koreksi jangka pendek dan pada perdagangan hari ini akan bergerak di level support 5.894-5.916 dan resistance 5.968-5.998.

"IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal pergerakan saat ini masih berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek," kata Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher, dalam riset hariannya, Senin, 14 Desember 2020.

Menurutnya investor masih menanti perkembangan terkait stimulus Amerika Serikat dan distribusi vaksin di Indonesia. "Investor juga mewaspadai peningkatan kasus covid-19 yang beberapa hari terakhir mencapai 6.000 kasus per hari," jelasnya.

Sementara itu, IHSG juga akan mengikuti perkembangan indeks global. Bursa Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat lalu. Dow Jones ditutup menguat 0,16 persen, Nasdaq ditutup melemah 0,23 persen, dan S&P 500 ditutup melemah 0,13 persen.  

Ia menjelaskan pergerakan Indeks AS dipengaruhi data ekonomi klaim pengangguran yang meningkat dan jumlah kasus covid-19 yang terus naik. Dari kondisi tersebut investor melakukan aksi ambil untung untuk mengantisipasi adanya karantina yang dapat menghambat ekonomi.

Kemudian stimulus fiskal untuk memberikan dana sebesar 908 miliar dolar AS untuk bantuan dampak covid-19 hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan di senat. Namun bursa saham Asia dibuka menguat setelah mendapatkan kabar bahwa Pfizer mulai mengirimkan vaksin ke ratusan pusat distribusi di seluruh dunia.

"Selain itu Jerman mengumumkan karantina ketat seiring dengan meningkatnya kasus covid-19 secara pesat," pungkasnya.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait