#asuransi#petani#daerahtakbanjir

AUTP Jasindo Digulirkan di Daerah Bukan Rawan Banjir di Palas

AUTP Jasindo Digulirkan di Daerah Bukan Rawan Banjir di Palas
Ilustrasi asuransi pertanian.


Kalianda (Lampos.co)-- Sempat terhenti selama dua musim tanam, Program Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) dari PT Jasindo akan digulirkan kembali di Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Namun, program AUTP hanya berlaku di daerah bukan endemik bencana, seperti banjir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co program AUTP sempat dihentikan selama dua musim tanam terakhir oleh PT Jasindo. Hal tersebut dikarenakan Kecamatan Palas merupakan daerah langganan bencana banjir setiap tahunnya.

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala UPTD Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Kecamatan Palas, Tarmijan mengatakan mulai musim gaduh mendatang Kecamatan Palas mendapat kuota 900 hektare hamparan tanaman padi yang bakal dicover ke dalam AUTP.

"Iya, informasi dari Dinas TPH-Bun Lamsel bahwa Program AUTP sudah dibuka kran lagi untuk di Kecamatan Palas. Tapi, AUTP ini hanya berlaku bagi daerah yang bukan langganan banjir," kata dia, Minggu 12 Juni 2022.

Dia mengatakan setidaknya ada sekitar 900 hektare kuota hamparan tanaman padi yang bakal di cover PT Jasindo. Adapun rinciannya, 400 hektare subsidi premi akan ditanggung Pemkab Lamsel dan 500 hektare dari Pemprov Lampung.

"Kalau untuk 400 hektare dari kabupaten. Tapi, untuk 500 hektare masih diusulkan ke Pemprov Lampung subsidi preminya. Ya, mudah-mudahan kuota 900 hektare ini bisa disetujui semua," kata dia.

Tarmijan mengaku program AUTP itu dikhususkan untuk areal persawahan di luar zona banjir dan belum sama sekali tercover AUTP, seperti Desa Sukaraja, Bumidaya dan Tanjungjaya.

"Areal persawahan yang masuk langganan banjir seperti Desa Bandanhurip, Baliagung atau Desa Pulautengah tidak bisa lagi masuk AUTP," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas TPH-Bun Lamsel, Bibit Purwanto melalui Kepala Bidang Prasarana dan Sarana, Yenni mengatakan dengan kembali digulirkannya asuransi AUTP tersebut dapat meminimalisir kerugian petani saat mengalami gagal panen akibat serangan hama ataupun bencana banjir dan kekeringan.

"Yang pasti, 400 hektare ditanggung Pemkab Lamsel. Sedangkan, 500 hektare masih kami ajukan ke Pemprov Lampung. Mudah-mudahan dengan diadakannya kembali AUTP ini bisa membantu petani dikala gagal panen akibat bencana," kata dia.


EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait