#lampungselatan

AUTP Belum Berpihak Kepada Petani di Lamsel

AUTP Belum Berpihak Kepada Petani di Lamsel
Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Lamsel dan PT.Jasindo tentang Fasilitasi Asuransi Pertanian, di Aula Krakatau Kantor Bupati setempat, Rabu, 29 Juni 2022. (Lampost.co/Juwantoro)


Kalianda (Lampost.co) -- Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) digelontorkan PT. Jasindo diduga belum berpihak kepada para petani. Pasalnya, pada praktik di lapangan asuransi tersebut sulit diklaim oleh semua petani yang lahan sawahnya mengalami kebanjiran.

"Kerja sama antara PT. Jasindo dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPH-Bun) Lamsel sudah baik dalam teorinya. Tapi, bagaimana cara masuk atau mendaftarnya terkadang petani kesulitan. Sehingga, banyak petani enggan masuk AUTP tersebut,"ujar Kepala Bagian Hukum Setkab Lamsel Yusmiati, usai membahas draf Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Lamsel dan PT.Jasindo tentang Fasilitasi Asuransi Pertanian, di Aula Krakatau Kantor Bupati setempat, Rabu, 29 Juni 2022.

Hal senada dikatakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab Lampung Selatan Eka Riantinawati. Menurutnya, dalam melakukan kerjasama hendaknya PT.Jasindo melakukan sosialisasi dahulu dengan para petani.

"AUTP ini kan untuk kepentingan para petani. Jadi, perlu sosialisasi lebih dahulu dengan para petani. Sehingga, para petani tahu secara detail ansuransi tersebut,"katanya.

Baca juga: Banjir Tiap Tahun, Petani di Palas Lamsel Tak Bisa Manfaatkan Asuransi Pertanian

Di sisi lain, Wiwit, perwakilan dari PT. Jasindo, mengatakan klaim AUTP diberikan kepada para petani yang telah masuk atau terdaftar dalam AUTP. Menurutnya, untuk masuk AUTP kini diberikan kemudahan. Sebab, petani dapat mendaftar secara online

"Sebenarnya, syarat bisa masuk AUTP yakni tanaman padi yang sudah berumur 30 hari sejak masa tanam. Sepanjang sudah terdaftar dan ada polisnya, padi telah berumur lebih dari 10 hari sudah bisa dilakukan pergantian (pembayaran ganti rugi) ini yang tertulis dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian (Kementan) No.1/KPTS/SR.210/B/ 01/2022 tentang pedoman pergantian atau klaim AUTP,"ujar dia.

Di lain pihak, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DTPH -Bun Lampung Selatan, Yennie, menyatakan pendaftaran AUTP kini sudah memakai sistem aplikasi. 

"Petani tidak bisa mengupload sendiri akan dibantu oleh penyuluhnya. Untuk premi AUTP tetap Rp36 ribu/hektare. Kendati demikian, petani yang hanya menggarap tidak sampai 1 hektare pun boleh masuk dalam AUTP,"katanya. 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait