#Cafe#Literasi#BandarLampung

Aura Book Coffee Wadah Literasi dan Penulis Lampung

Aura Book Coffee Wadah Literasi dan Penulis Lampung
Aura book coffee, cafe baru yang menjadi penambah literasi dan wadah penulis Lampung yang baru dibuka 29 Oktober lalu. (Lampost/Effran Kurniawan)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Muda-mudi Lampung kini memiliki tambahan destinasi baru untuk bercengkrama bersama teman ataupun keluarga di Aura Book Coffee. Cafe yang berlokasi di Jalan Endro Suratmin, Gang Pandawa Raya, Sukarame, Bandar Lampung itu dapat dijadikan sebagai tempat penambah literasi masyarakat dan wadah bagi penulis-penulis Lampung.

Pemilik Aura Book Coffee, Leni Novarita menjelaskan cafe tersebut mulai dibuka pada 29 Oktober lalu dengan konsep interior yang bergaya eropa. Namun, cafe hasil perlebaran sayap usaha percetakan Aura Publishing itu juga memajang ratusan yang dapat dibaca langsung sambil menikmati sajian menu minuman dan makanan yang ditawarkan.

"Interiornya ini terinpirasi dari cafe-cafe yang ada di Eropa. Untuk menambah keunikan, kami sediakan juga buku-buku bacaan, seperti novel, agama, motivasi, pengembangan diri, dan buku anak-anak. Terutama buku terbitan Aura Pulishing yang khususnya novel, karena itu yang sedang banyak disukai remaja," kata wanita yng akrab disapa Umi Azam itu di cafenya, Selasa (6/11/2018).

Menurutnya, cafe tersebut memiliki pangsa pasar kepada mahasiswa dan pelajar, karena lokasinya yang berada ditengah hunian dan kawasan pendidikan MAN 1 dan UIN Raden Intan Lampung, sehingga menjadi tempat penambah literasi pengunjungnya. Namun, Aura Book Coffee juga ditujukan pula untuk menjadi wadah bagi penulis Lampung yang ingin menggelar kegiatan.

"Kami ingin tempat ini bisa memfasilitasi berbagai kegiatan penulis, seperti bedah buka, pertemuan penulis, dan seminar tentang buku. Kami bisa meng-cover itu. Kedepan kami juga berencana untuk membuka Aura Book Coffee 2 di Unila, karena yang sekarang hanya percetakan saja. Jadi kami ingin buat ada book coffee-nya juga," ujarnya.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait