#judi#koprok

Asyik Main Judi Koprok, Enam Pelaku Diamankan Petugas

Asyik Main Judi Koprok, Enam Pelaku Diamankan Petugas
Enam pelaku judi korpok diamankan Tim Gabungan Tekab 308 Presisi Polres Pringsewu dan Unit Reskrim Polsek Pagelaran di Pekon (Desa) Gumukmas, Pagelaran, Pringsewu, Minggu, 6 November 2022. (Foto:dok.Polres Pringsewu)


Pringsewu ( Lampost.co) --Enam pelaku judi korpok diamankan Tim Gabungan Tekab 308 Presisi Polres Pringsewu dan Unit Reskrim Polsek Pagelaran di Pekon (Desa) Gumukmas, Pagelaran, Pringsewu, Minggu, 6 November 2022.

Kasat Reskrim Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata menjelaskan, 6 pelaku yang diamankan terdiri dari 5 orang warga Kecamatan Pagelaran berinisial HW (48), BY (38), R (55), AP (30) dan S (54). Sementara 1 pelaku lain merupakan warga Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus berinisial AN (38).

"Keenam pelaku ditangkap pada saat sedang berjudi koprok Minggu, 6 November 2022 sekitar pukul satu dinihari di wilayah Pekon Gumukmas, pagelaran, Pringsewu," ungkap Feabo.

Ia menambahkan, penggerebekan bermula saat pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di pekon tersebut sedang berlangsung kegiatan judi koprok, kemudian Polisi melakukan penyelidikan dan penggerebekan tempat yang berlangsungnya perjudian itu.

Kedatangan aparat membuat pelaku kabur, namun berhasil diamankan.

"Setelah dilakukan pengejaran, akhirnya Polisi berhasil menangkap 6 orang pelaku, Dari 6 pelaku itu 3 orang berperan sebagai bandar dan 3 orang lainya berperan sebagai pemasang" terangnya.

Adapun barang bukti yang diamankan, 1 buah tas ransel, 1 buah kain dadu, 22 set kartu Remi dan uang tunai sebesar Rp8.768.000.

“Kemudian keenam orang terduga pelaku dan barang bukti tersebut dibawa Ke Mapolres Pringsewu untuk diproses lebih lanjut,” ungkapnya.

Ditambahkannya, keenam terduga pelaku sedang menjalani serangkaian proses pemeriksaan penyidik Sat Reskrim, dan apabila terbukti melakukan tindak pidana perjudian maka para tersangka akan dijerat dengan pasal 303 KUHP.

"Para pelaku terancam hukuman pidana maksimal 10 tahun penjara,” tandasnya.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait