#astronomi#fenomenaalam

Asteroid ‘Pembunuh Planet’ Ditemukan Dalam Orbit Bumi

Asteroid ‘Pembunuh Planet’ Ditemukan Dalam Orbit Bumi
Ilustrasi asteroid. Foto: ABC/Spaceengine


Seattle (Lampost.co) -- Para Astronom melihat asteroid yang cukup besar dengan menggunakan Kamera Energi Gelap. Asteroid yang lebar 1,5 Kilometer merupakan asteroid dekat Bumi (Near Earth Asteroid/NEA) terbesar yang ditemukan sejak 2014.

Orbitnya berada di jalur yang bersinggungan dengan orbit Bumi. Namun, Bumi akan aman berada di sisi lain Matahari ketika itu terjadi. Sebuah pola yang diperkirakan akan bertahan selama ratusan tahun.

Melansir dari ABC News, 3 November 2022, asteroid itu terlihat di wilayah dalam orbit Bumi dan Venus. Wilayah itu diketahui terkenal menantang untuk diamati karena peneliti asteroid harus bersaing dengan sinar matahari.

Temuan itu yang bersama dengan penemuan dua asteroid lainnya yang tidak bertabrakan dengan Bumi, yang diterbitkan pada Senin, 31 Oktober 2022 melalui Jurnal Astronomi.

"Survei senja kami menjelajahi area di dalam orbit Bumi dan Venus untuk mencari asteroid," kata Scott S Sheppard, astronom di Laboratorium Bumi dan Planet dari Carnegie Institution for Science dan penulis utama makalah itu.

Menurut penulis studi, jika asteroid sebesar itu menabrak Bumi, maka akan mengalami sinar matahari dan menyebabkan peristiwa kepunahan massal.

Beruntung bagi penduduk Bumi, peluang tabrakan sangat kecil karena Bumi akan berada di sisi berlawanan dari Matahari ketika 22AP7 diprediksi akan memasuki orbit planet. Para astronom memperkirakan pola ini akan berlanjut selama berabad-abad. Sebab, asteroid membutuhkan waktu lima tahun untuk menyelesaikan orbit mengelilingi matahari.

Asteroid lainnya, yang disebut 2021 LJ4 dan 2021 PH27, memiliki orbit yang tetap aman di dalam orbit Bumi.

"Kemungkinan hanya ada beberapa NEA dengan ukuran yang sama yang tersisa untuk ditemukan, dan asteroid besar yang belum ditemukan ini kemungkinan memiliki orbit yang membuat mereka tetap berada di dalam orbit Bumi dan Venus hampir sepanjang waktu," kata Sheppard.

Sementara PH27 2021 tidak menimbulkan ancaman langsung ke Bumi. Hal itu menarik secara ilmiah karena batu itu adalah asteroid terdekat yang diketahui dekat Matahari.

Dengan demikian, selama bagian orbitnya yang paling dekat dengan Matahari, permukaan batu menjadi cukup panas untuk melelehkan timah. 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait