#korupsi

ASN PUPR Lampura dan Kontraktor Dituntut 4,5 Tahun Penjara

ASN PUPR Lampura dan Kontraktor Dituntut 4,5 Tahun Penjara
Korupsi. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dua terdakwa korupsi peningkatan Jalan Kalibalangan cabang empat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Lampung Utara tahun anggaran 2019, dituntut empat tahun dan enam bulan penjara.


Terdakwa adalah ASN Lampung Utara sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yasril dan kontraktor, Abdul Azim, juga dituntut dengan membayar uang pengganti Rp794.368.321 subsider empat tahun penjara.

Atas tuntutan itu, keduanya berencana mengajukan nota pembelaan, pada Kamis, 26 Mei 2022.

Dugaan korupsi bermula pada 2019, Dinas PUPR Lampura mengalokasikan anggaran untuk kegiatan peningkatan jalan kabupaten luar kota (DAK) pekerjaan pelebaran Jalan Kalibalangan Cabang Empat dengan nilai Rp4 miliar.

Pekerjaan dimenangkan CV Banjar Negara dengan pagu anggaran Rp3,99 miliar untuk pekerjaan berupa peningkatan panjang 2.200 meter dan lebar 5 meter.

Ternyata, pekerjaan tersebut tidak dilakukan Abdul Azim selaku pihak CV Banjar Negeri. Namun, disubkontrakkan ke pihak ketiga yakni Abed Apriansyah melalui perjanjian lisan.

"Tindakan Abed mengambil alih peran Abdul Azim selaku Direktur CV Banjar Negeri dalam penandatanganan kontrak, SPMK, berita acara penyerahan lapangan dan pelaksanaan pekerjaan tanpa adanya persetujuan tertulis dari terdakwa selaku PPK merupakan pengingkaran terhadap kontrak sehingga terdakwa seharusnya memberikan peringatan kepada rekanan," ujar Jaksa Hardiansyah saat membacakan dakwaan.

Ternyata konsultan pengawas pekerjaan tersebut yakni CV Inti Mulya Engineering Consultan, memberikan pelaksanaan pekerjaan tersebut ke pihak ke tiga atas nama Miru Yama, melalui perjanjian lisan.

"Namun, dia juga tidak melakukan pengawasan dan meminta (Miru Yama) bantuan Iwan dan Triwiyanto  yang sama sekali tidak mempunyai kompetensi dalam melakukan pengawasan," paparnya.

Atas perbuatan itu, perbuatan Yasril dan Abdul Azim mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp794.368.321.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait