#korupsijalan#penipuan

ASN Lampung Dituntut Tiga Tahun karena Jual Beli Proyek Dinas Bina Marga

ASN Lampung Dituntut Tiga Tahun karena Jual Beli Proyek Dinas Bina Marga
Tangkapan layar sidang terdakwa jual beli proyek di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung Hasrul alias Ujang dengan agenda tuntutan, Senin, 23 Agustus 2021. Lampost.co/Asrul S Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) --Terdakwa jual beli proyek di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung Hasrul alias Ujang, dituntut tiga tahun penjara, pada Sidang di PN Kelas IA Tanjungkarang, 23 Agustus 2021.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nilam Agustini Putri mengatakan, ASN Pemprov Lampung itu terbukti bersalah melanggar Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana dalam dakwaan pertama.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hasrul dengan pidana penjara selama tiga tahun," ujar JPU saat membacakan tuntutan, Senin, 23 Agustus 2021.

Baca juga: Potensi Tersangka Baru Kasus Jual Beli Proyek BMBK Lampung masih Didalami

Sidang selanjutnya dengan agenda pleidoi, bakal berlangsung pada 30 Agustus 2021. Dalam perkara ini Hasrul dituding menggelapkan uang korban, Dafriansyah. Ia dijanjikan mendapat pekerjaan proyek pada Dinas BMBK senilai Rp5,7 miliar dengan cara menyetorkan uang sekitar 12% dari besaran nilai proyek tahun 2020 itu. Dafriansyah pun menyerahkan uang Rp648 juta.

Namun, proyek tersebut ternyata tak ada hingga korban pun melaporkan penipuan ke Polresta Bandar Lampung. Belakangan, eks Sekretaris Dinas Binas Marga Nurbuana dan Pengusaha sekaligus Politis Juprius terseret dalam perkara ini. Juprius dituding oleh Nurbuana dam Hasrul yang menerima uang Rp684 juta, namun dalam persidangan Juprius  membantah.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait