#ASN#Penipuan

ASN Bapenda Lampung yang Tipu Puluhan Korban Terancam Dipecat

ASN Bapenda Lampung yang Tipu Puluhan Korban Terancam Dipecat
Pelaku saat diamankan Satreskrim Polresta Bandar Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Nona Lestari (36), ASN di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung UPT Wilayah VI Lampung, terancam dipecat secara tidak hormat.

Ia ditangkap polisi karena menipu 24 orang dengan modus menjanjikan bisa menjadi honorer di Satpol PP Provinsi Lampung, dan bisa mengurus kenaikan pangkat/golongan ASN. Pelaku meraup uang Rp569 juta dari tipu muslihat tersebut, dan uangnya untuk kebutuhan pribadi.

Baca juga: Modus Janjikan Honorer, Oknum ASN Lampura Raup Rp569 Juta

Pelaku telah ditahan Satreskrim Polresta Bandar Lampung, dan dijerat ancaman pidana 4 tahun, sehingga terancam diberhentikan dengan tidak hormat sebagai ASN.

Hal itu tertuang dalam PP Nomor 11 Tahun 2017, Tentang Manajemen ASN. Dalam pasal 247 disebutkan PNS dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak
diberhentikan karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan
hukuman pidana penjara paling singkat dua tahun dan pidana yang dilakukan tidak berencana.

Hal senadan juga tercantum dalam pasal 250 poin C, yakni PNS diberhentikan tidak dengan hormat apabila dipidana dengan pidana penjara berdasarkan
putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan hukuman pidana penjara paling singkat dua tahun, dan pidana yang dilalukan dengan berencana.

Sementara Kepala Bapenda Lampung Adi Erlansyah mengatakan, Nona merupakan pegawai yang berdinas di UPT VI Lampung Utara Bapenda Provinsi Lampung sebagai staf pelaksana. Dari informasi yang ia dapat, sebelum berdinas di Bapenda Provinsi Lampung, Nona Lestari pernah dijatuhi hukuman displin penurunan pangkat pada 2017.

"Kalau tidak salah mirip-mirip  seperti ini (dugaan penipuan) untuk pastinya bisa ditanyakan ke BKD," ujarnya pada Minggu 4 April 2021.

Pihaknya berjanji akan segera berkoordinasi dengan BKD maupun Inspektorat Provinsi Lampung, guna memproses status kepegawain pelaku.

"Segera dilaporkan ke Inspektorat untuk proses status kepegawaianya," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait