#PENIPUAN#ASN#BERITABANDARLAMPUNG

ASN Bapenda Jalani Sidang Penipuan Kenaikan Eselon dan Rekrutmen Honorer Satpol PP Lampung

ASN Bapenda Jalani Sidang Penipuan Kenaikan Eselon dan Rekrutmen Honorer Satpol PP Lampung
Pelaku saat diamankan Satreskrim Polresta Bandar Lampung. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Nona Lestari (36) ASN yang berdinas di Bapenda Provinsi Lampung UPT Wilayah VI Lampung Utara, menjalani persidangan di PN Tanjungkarang, pada Selasa, 22 Juni 2021, secara daring. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Supriyanti, mendakwa Nona dengan pasal 372 dan pasal 378 KUHP tentang penipuan, rekrutmen honorer Satpol PP, dan kenaikan pangkat atau eselon Apratur Sipil Negara (ASN).

"Akibat perbuatan terdakwa, Saksi Yusuf Eddy Triyanto dan keluarganya mengalami kerugian sejumlah Rp571 juta," ujar Supriyanti saat membacakan surat dakwaan. 

Menurutnya, perkara bermula saat Nona menelepon saksi Yusuf Eddy pada 16 Februari 2021 yang ingin membantu mengurus jabatan eselon IV di Bappenda Provinsi Lampung. Eddy merupakan ASN di lingkungan Pemprov Lampung. Nona mengaku telah menemui orang yang disebut sebagai "bos".

"Karena semalam (15 Februari 2021), telah menemui bosnya dan bisa diurus jika mau mentransfer uang sejumlah Rp60 juta ke rekening BCA nomor 0201628376 atas nama nama Nona Lestari. Terdakwa juga meminta untuk mengirim fotokopi SK. Saksi Yusuf mengirimkan fotokopi SK dengan menggunakan Handphonenya ke WhatsApp (WA) terdakwa," kata JPU.

Baca juga : ASN Bapenda Tipu Lowongan SatpolPP Jalani Sidang Pekan Depan

Selanjutnya, Yusuf Eddy mentransfer uang Rp60 juta ke Nona Lestari. Kemudian. Nona mengaku sudah melaporkan uang tersebut ke orang yang ia sebut "Bos". Mereka bertemu di Kedai Kopi. Nona kembali menanyakan apakah ada yang hendak mengurus Eselon IV, Yusuf pun mengaku akan mencarikan orang lain.

"Saat bertemu, terdakwa mengatakan uangnya sudah diterima dan telah diserahkan kepada bos," paparnya.

Ternyata, Nona malah menawarkan agar Yusuf mengurus kenaikan pangkat menjadi eselon III. Nona pun menyebut kalau "Bosnya" hanya bisa mengurus agar Yusuf masuk ke Eselon III. Akhirnya, Nona kembali mendapat transfer Rp80 juta dari Yusuf. Selanjutnya, pada 21 Februari 2021, Nona menawarkan Yusuf agar kerabatnya bisa menjadi honorer di Bapenda dan Satpol PP Provinsi Lampung.

Kemudian, akhir Februari 2021 hingga Maret 2021, Yusuf Edy pun menyerahkan sejumlah uang secara berkala agar kerabatnya bisa menjadi honorer di Pemprov Lampung. Jumlah uang total Rp431 juta yang diserahkan berkala dengan nominal belasan juta per orang. Sehingga pada 27 Maret 2021 saksi Yusuf Eddy melaporkan  terdakwa ke polisi karena sampai dengan hari itu saksi tidak juga dilantik menjadi pejabat eselon 3 dan yang mau masuk Pol.PP dan honorer Bapenda juga tidak ada yang diterima," kata JPU.

Majelis Hakim Ismail mengatakan, sidang selanjutnya dilaksanakan pada 29 Juni 2021 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. 
 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait