gunungmerapierupsi

Asap Gunung Merapi Membubung Hingga 300 Meter

Asap Gunung Merapi Membubung Hingga 300 Meter
Asap sulfatara mengepul disertai guguran material vulkanik dari puncak gunung Merapi di foto dari Desa kaliurang, Srumbung. ANTARA FOTO/Anis Efizudin


Semarang (Lampost.co) -- Gunung Merapi terus mengeluarkan asap kawah berwarna putih dengan ketinggian yang mencapai 300 meter dari puncak.

Asap kawah ini, kata petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Rachmad Widyo Laksono, teramati secara visual dengan intensitas sedang. Sedangkan guguran lava pijar, pada pengamatan enam jam di Minggu, 24 Januari 2021, dari pukul 18.00-24.00 WIB terjadi sebanyak 24 kali dengan jarak luncur maksimal 800 meter dari puncak mengarah ke barat daya atau hulu.

"Enam jam berikutnya, dari pukul 00.00-06.00 WIB di Senin, 25 Januari 2021, lava pijar meluncur hingga 29 kali dengan jarak luncur maksimal hingga 800 meter dan mengarah ke barat daya," kata Rahmad.

Ia menambahkan dalam 12 jam tersebut gunung dapat terlihat jelas dan tidak tertutup kabut. Petugas Pos Pengamatan itu juga menyebutkan kegempaan selama 12 jam dari hari Minggu (24/1) pukul 18.00 WIB hingga Senin (25/1) pukul 08.00 WIB yang terjadi yakni kegempaan guguran sebanyak 64 kali dengan amplitudo maksimal 38 milimeter dan durasi maksimal 138 detik, kegempaan hembusan 23 kali dengan amplitudo maksimal 6 milimeter dan durasi maksimal 58 detik, serta kegempaan fase banyak atau hybrid 14 kali dengan amplitudo maksimal 6 milimeter dan durasi maksimal 13 detik.

"Cuaca berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut. Suhu udara 13-26 derajat Celsius, kelembaban udara 73-90% dan tekanan udara 758-946 mmHg," ujarnya.

Sehubungan dengan masih tingginya aktivitas vukanik Gunung Merapi, masyarakat diminta tetap mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas gunung akan segera ditinjau kembali. Saat ini masih pada status Siaga atau Level III," tuturnya.

Untuk informasi resmi aktivitas Gunung Merapi, masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180 -514192.

Secara terpisah, Sasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta menyampaikan cuaca untuk Senin (25/1) mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB, masyarakat khususnya yang beraktivitas di pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul diminta waspada terhadap gelombang tinggi yang dapat mencapai 3 meter.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Mlati Nurmaya menjelaskan angin bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan yang berkisar antara 2 hingga 15 knot. Sementara secara umum prakiraan cuaca yang berlaku 24 jam mulai Senin (25/1) pukul 07.00 WIB, kondisi cuaca pagi hari berawan, siang hingga sore potensi hujan ringan-sedang terjadi di Sleman, Kulonprogo Utara, Bantul Utara, Gunungkidul Barat.

Sedangkan malam hari potensi hujan sangat ringan di Gunungkidul Selatan, Bantul selatan dan Kulonprogo, sementara dini hari berawan dengan suhu udara 22-32 derajat Celsius dan kelembaban udara pada kisaran 60-90%.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait