indonesiaRohingya

AS Puji Kesigapan Indonesia Selamatkan Pengungsi Rohingya

AS Puji Kesigapan Indonesia Selamatkan Pengungsi Rohingya
Warga Aceh mengevakuasi pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh Utara. ANTARA FOTO/Rahmad


Washington (Lampost.co) --  Pada 24 Juni lalu, sebanyak 99 'manusia kapal' berpenumpang etnis Rohingya terlihat di perairan Aceh. Nelayan dan juga penjaga perbatasan air Indonesia bahu-membahu menyelamatkan para pengungsi yang diduga adalah korban perdagangan manusia.
 
 Tindakan itu menuai pujian dari pihak Amerika Serikat yang melontarkan pernyataan melalui Kementerian Luar Negeri AS.

“Amerika Serikat memuji Pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah di Aceh atas tanggapan mereka terhadap kedatangan 99 pengungsi Rohingya pada 24 Juni di perairan Indonesia dan mengakui koordinasi erat Indonesia dengan UNHCR dan IOM,” ujar Juru Bicara Kemenlu AS Morgan Ortagus, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jumat 10 Juli 2020.
 
“Kami memuji tindakan kemanusiaan Indonesia sehubungan dengan populasi yang rentan ini dan untuk bertindak sebagai pemimpin di ASEAN dalam masalah yang mendesak ini. Ini memberi contoh kuat bagi negara-negara di kawasan ini dan seluruh komunitas internasional,” jelas Ortagus.
 
Ortagus menambahkan, pemerintah Amerika Serikat mendorong pembagian tanggung jawab dan kerja sama regional dalam operasi pencarian serta penyelamatan bagi para pengungsi yang datang menggunakan kapal. Selain itu, AS juga mendorong kerja sama penyediaan pendaratan yang aman dan manusiawi kepada mereka yang paling rentan yang tiba di pantai negara-negara ASEAN, terutama selama pandemi virus korona covid-19.
 
“Pada saat yang sama, kami sangat terganggu oleh laporan bahwa militer Myanmar telah melakukan ofensif di Kota Rathedaung, Negara Bagian Rakhine, yang tampaknya telah membuat ribuan orang terlantar, termasuk etnis Rakhine dan Rohingya,” tegas Ortagus.
 
Pemerintah AS menurut Ortagus telah menyatakan keprihatinan yang mendalam tentang eskalasi kekerasan antara militer Myanmar dan Tentara Arakan dan dampaknya terhadap masyarakat setempat. Negeri Paman Sam pun menggarisbawahi seruan sebelumnya untuk penghentian pertempuran, dialog damai, upaya baru untuk melindungi komunitas lokal, dan akses untuk organisasi kemanusiaan.
 
 Sebelumnya kapal nelayan ditemukan di lepas pantai Seunuddon, Aceh Utara, pada Rabu, 24 Juni 2020. Kapal itu mengangkut 99 WNA pengungsi Rohingya.
 
Kemudian KM Nelayan bernomor 2017.811 dengan tiga awak kapal nelayan Aceh mengevakuasi 99 WNA tersebut ke kapal mereka. Lantaran kapal yang dinaiki etnis Rohingnya akan tenggelam.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait