#perang#afghanistan

AS Mulai Tarik Seluruh Pasukan dari Afghanistan

AS Mulai Tarik Seluruh Pasukan dari Afghanistan
Pasukan gabungan AS dan Afghanistan memeriksa lokasi serangan di Kabul, Afghanistan pada 24 September 2017. (WAKIL KOHSAR / AFP)


 

Kabul (Lampost.co) -- Amerika Serikat memulai proses penarikan semua pasukan dari Afghanistan. Jenderal Scott Miller mengatakan kepada awak media di kota Kabul mengatakan bahwa semua pasukannya "kini sedang bersiap untuk menarik diri" di bawah perintah yang telah diterima dari atasan.

Pernyataan Miller disampaikan hampir dua pekan usai Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa sekitar 3.000 personel militer AS sudah akan ditarik sepenuhnya dari Afghanistan pada 11 September mendatang.

Biden mengatakan proses penarikan pasukan AS dari Afghanistan akan dimulai pada 1 Mei, demi mengakhiri perang yang berlangsung hampir 20 tahun di negara tersebut.

Miller adalah komandan pasukan AS dan juga misi militer Resolute Support NATO di Afghanistan. Sejak pengumuman Biden, negara-negara NATO juga bertekad untuk ikut menarik pasukan mereka dari Afghanistan.

"Kami akan melakukan penarikan (pasukan) secara bertahap dari Afghanistan, dan ini meliputi proses memindahkan wewenang atas pangkalan dan peralatan militer kepada pasukan keamanan Afghanistan," sebut Miller, dilansir dari laman Voice of America pada Senin, 26 April 2021.

AS dan para sekutunya meluncurkan invasi militer ke Afghanistan beberapa hari usai serangan teror 11 September 2001 atau dikenal juga dengan 9/11.

Invasi dilakukan untuk menghukum kelompok militan Taliban yang menampung dan memberi ruang bagi al-Qaeda dalam melancarkan aksi teror.

Invasi berhasil mengusir Taliban dari Kabul. Setelah itu, Taliban kembali mengumpulkan kekuatan dan terus melancarkan serangkaian aksi teror kepada pasukan Afghanistan dan AS.

Perjanjian antara AS dan Taliban pada Februari 2020 meliputi poin penarikan semua pasukan asing dari Afghanistan pada 1 Mei. Namun Biden memundurkan tenggat waktunya atas alasan logistik.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait