#rusiaukraina#beritainternasional

AS Minta Ukraina Berdialog dengan Rusia

AS Minta Ukraina Berdialog dengan Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Sergei SUPINSKY / AFP)


Washington (Lampost.co) -- Amerika Serikat (AS) diam-diam meminta Ukraina memberikan sinyal keterbukaan untuk berdialog dengan Rusia, menurut laporan kantor berita The Washington Post. Kabar muncul di saat Kementerian Luar Negeri AS mengatakan Rusia cenderung meningkatkan intensitas perangnya di Ukraina.

Mengutip beberapa sumber, The Washington Post mengatakan permintaan dari sejumlah pejabat AS tersebut tidak ditujukan untuk mendorong Ukraina ke meja perundingan, melainkan agar negara-negara lain tetap bersedia mendukung Kyiv.

"Pejabat AS dan Ukraina mengakui penolakan (Presiden Volodymyr) Zelensky untuk berdialog dengan (Presiden Rusia Vladimir) Putin memicu kekhawatiran di beberapa bagian Eropa, Afrika dan Amerika Latin. Di mana dampak perang terhadap harga pangan dan bahan bakar sangat terasa," ungkap laporan The Washington Post dan dikutip Al Jazeera, Minggu, 6 November 2022.

Baca juga: Rusia Berjuang Mati-matian Raih Kembali Wilayah Ukraina yang Lepas

"Rasa lelah terhadap isu Ukraina adalah hal nyata bagi beberapa mitra kami," ujar keterangan seorang pejabat anonim AS dalam laporan surat kabar tersebut. 

September lalu, Zelensky menegaskan 'referendum palsu' di empat wilayahnya, yang disebut-sebut berakhir dengan kemenangan kelompok separatis pro-Rusia, menutup pintu dialog dengan Moskow. Ia mengaku tidak mau lagi berdialog dengan Rusia, jika presiden di Negeri Beruang Merah masih Putin.

Zelensky menuduh Rusia menghancurkan badan utama dari hukum internasional dengan melancarkan invasi pada Februari lalu, dan kini berusaha menganeksasi wilayah negara tetangga.

"Pengakuan Rusia atas referendum ini, seperti dulu saat kasus Krimea, dapat diartikan tidak ada yang perlu dibicarakan lagi dengan presiden Rusia yang menjabat saat ini," ungkapnya, merujuk pada Putin.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait