#Covid-19lampung#ppkmdarurat#bakauheni

Parkiran Mobil di Kapal Kini Bisa buat Main Bola

<i>Parkiran Mobil di Kapal Kini Bisa buat Main Bola</i>
Suasana di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni tampak sepi, Kamis, 8 Juli 2021. Aan Kridolaksono.


Kalianda (Lampost.co) -- Memasuki hari keempat penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali, arus penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni menurun dratis, terutama penumpang jalan kaki, sepeda motor, kendaraan pribadi, dan bus.

Pantauan Lampost.co, Kamis, 8 Juli 2021, sejak hari pertama pemberlakuan PPKM, pergerakan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni mengalami tren penurunan. Bahkan memasuki hari keempat, sejumlah lokasi parkir kendaraan di dermaga dan loket tiket kendaraan di pintu masuk dan ruang tunggu penumpang jalan kaki tampak lengang. Hanya beberapa kendaraan angkutan barang, dan logistik memasuki toolgate Pelabuhan Bakauheni.

Salah satu sopir angkutan barang dan logistik, Gendon mengaku berangkat menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni pagi tadi, Kamis, 8 Juli 2021, kapal yang ditumpanginya hanya mengangkut lima kendaraan angkutan barang dan satu unit mobil pribadi.

"Sepi mas. Lokasi parkir kendaraan di dalam kapal tadi bisa untuk main bola. Mungkin banyaknya penyekatan dan pemeriksaan oleh petugas di jalan raya, sehingga warga enggan keluar," kata Gendon saat ditemui di ruas Jalinpantim Muarapiluk, Bakauheni.

Terpisah, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah Lampung-Bengkulu, Sigit Mintarso mengungkapkan sejak hari pertama PPKM Darurat pergerakan penumpang dan kendaraan mengalami tren penurunan. Pasalnya, pihaknya juga memperketat kapasitas penumpang pada moda transportasi darat, seperti bus dan termasuk juga penyeberangan, kapasitas angkut dari sebelumnya 85 persen menjadi 50 persen.

"Jumlah pelaku penyeberangan baik yang naik maupun turun di Pelabuhan Bakauheni turun dratis, bisa mencapai 60-70 persen dibanding hari sebelum PPKM. Terutama penumpang, sepeda motor, bus dan kendaraan pribadi. sedangkan untuk kendaraan angkutan barang dan logistik cenderung stabil. Walau turun pun tipis," kata Sigit Mintarso.

Menurutnya, kebijakan PPKM Darurat di sektor transportasi darat melalui Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No.43/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi darat pada masa Pandemi Covid-19 sangat efektif menekan laju pergerakan masyarakat.

"Kami ingatkan kepada masyarakat yang harus melakukan perjalanan pada masa PPKM Darurat ini wajib menyiapkan dokumen syarat perjalanan sebelum keberangkatan dengan benar dan teliti, sesuai dengan peraturan perjalanan yang berlaku pada masa PPKM Darurat, berupa surat sertifikat vaksin covid-19 minimal dosis pertama dan hasil tes negatif PCR (2x24jam) atau Antigen (1x24jam)," pungkasnya.

Sementara, General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Captain Solikin enggan berkomentar banyak. Ia mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan peryebaran Covid-19 yang makin tak terkendali ini.

"Kami suport kebijakan pemerintah pusat. Karena sekarang ini sedang pandemi, bahkan berstatus PPKM darurat," ucapnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait