#Covid-19#bakauheni#ppkmmikro

Arus Penyeberangan di Bakauheni Masih Normal

Arus Penyeberangan di Bakauheni Masih Normal
Aktivitas di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni tampak sepi, Minggu, 4 Juli 2021. Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (Lampost.co) -- Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyakarat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa - Bali pada hari kedua belum berpengaruh terhadap arus penyeberangan di Pelabuhan Merak maupun Bakauheni. PPKM Darurat diterapkan mulai Jumat, 3 Juli sampai 20 Juli 2021. 

"Kalau sekarang belum bisa kami simpulkan dampak adanya PPKM Darurat Jawa-Bali. Kan baru kemarin kemarin diberlakukan," kata General manager PT ASDP cabang Bakauheni, Captain Solikin, Minggu, 4 Juli 2021.

Ia memperkirakan, dampak PPKM Darurat baru akan tampak setelah empat sampai sepekan ke depan. Sampai sore ini, arus penyeberangan dari Bakauheni maupun Merak masih relatif normal.

Baca: Jumlah Penumpang Bus dari Lampung ke Jawa Anjlok

 

Mengacu data produksi harian selama 24 jam terakhir, sekitar 350 penumpang jalan kaki turun dari Pelabuhan Bakauheni. Sementara penumpang bersepeda motor terpantau sebanyak 221 unit, dan mobil 3.171 unit.

"Sampai saat ini arus penyeberangan, baik dari Merak maupun Bakauheni masih seperti biasanya," jelas dia.

Solikin menjelaskan, demi mendukung PPKM Darurat Jawa-Bali, Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 43 tahun 2021 yang berlaku mulai Senin, 5-20 Juli 2021.

Dalam SE itu disebutkan, pengguna jasa yang akan melakukan penyeberangan wajib menunjukkan kartu vaksin covid-19, lalu hasil tes PCR 2x24 jam, atau antigen 1x254 jam.

Sementara untuk penumpang dengan kepentingan khusus yang belum divaksin dengan alasan medis wajib menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis.

''Jadi GeNose sudah tidak berlaku lagi," pungkasnya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait