banjirsawah

Areal Sawah Terendam Banjir di Palas Meluas

Areal Sawah Terendam Banjir di Palas Meluas
Kondisi areal persawahan di Desa Pulaujaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Selasa 26 Januari 2021. Dok Warga


Kalianda (Lampost.co) -- Lahan persawahan yang terdampak banjir di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, bertambah. Petani setempat mulai was-was akan berdampak pada kerusakan tanaman padi hingga puso.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, jumlah luasan tanaman padi yang terdampak banjir sebelumnya tercatat 365 hektare, namun kini bertambah menjadi 468 hektare.

Plt. Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Tarmijan mengatakan pihaknya mendata luas tanaman padi terdampak banjir mencapai 468 hektare. Meski demikian, banjir terpantau mulai surut di beberapa areal persawahan.

"Memang ada penambahan kalau yang kami data. Tapi, kondisi saat ini mayoritas tanaman padi yang terendam banjir sudah mulai surut sejak tadi pagi. Ya, mudah-mudahan tanama bisa selamat," kata dia, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa, 26 Januari 2021.

Dia merinci luasan tanaman padi yang terdampak banjir tersebar di sembilan desa, yakni Desa Sukaraja 50 ha, Sukabakti 120 ha, Bangunan 50 ha, Pematangbaru 128 ha, Palasaji 30 ha, Palaspasemah 7 ha dan Sukamulya 38 ha, Bandanhurip 20 ha dan Pulaujaya 25 ha.

"Hari ini ada penambahan luasan di Desa Bandanhurip dan Pulaujaya. Tanaman padi yang terendam banjir ini telah berusia berkisar 1-48 hari setelah tanam (HST)," ujarnya.

Menurut Tarmijan, jika kondisi cuaca tidak turun hujan kembali, maka tanaman yang terdampak akan terselamatkan dan banjir akan terus surut. "Sebaliknya, jika turun hujan lagi, maka tanaman padi yang baru saja ditanam terancam rusak kalau terendam air lagi," kata dia.

Sementara itu, Evan Herlambang, petani asal Desa Palaspasemah mengatakan hingga tadi sore tanaman padi miliknya belum surut. Karena laham persawahan miliknya masih mendapatkan kiriman dari hulu saluran irigasi.

"Belum surut kalau lahan sawah kami. Saluran irigasinya masih besar. Belum lagi kiriman atau buangan dari sawah tetangga. Buangan air itu larinya ke areal kami," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait