#film

Arawinda Kirana Jadi Pemeran Utama Perempuan Terbaik FFI 2021

Arawinda Kirana Jadi Pemeran Utama Perempuan Terbaik FFI 2021
Arawinda Kirana (Foto: instagram)


Jakarta (Lampost.co) -- Aktris Arawinda Kirana berhasil menyabet Pemeran Utama Perempuan Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2021. Ia menang lewat film Yuni. Pada ucapan sambutannya, Arawinda Kirana berterima kasih kepada pihak penyelenggara ajang penghargaan.

 

"Terima kasih kepada Festival Film Indonesia, Badan Perfilman Indonesia, atas apresiasi ini. Film Yuni merupakan karya kolaborasi antara sangat banyak pihak yang telah bekerja keras selama bertahun-tahun," ucapnya.

"Dan orang pertama yang harus saya berterima kasih adalah kepada Kamila Andini, orang pertama yang memberikan kesempatan kepada saya bermain film," tambahnya.

Arawinda Kirana juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang bekerja keras menyukseskan film ini. Baik orang-orang di depan layar, maupun yang bekerja di balik layar. Selain itu, visi film Yuni disampaikannya.

"Piala ini saya dedikasikan kepada semua perempuan, laki-laki, semua manusia yang merasa tidak didengar, yang merasa terbatasi mimpinya, pekerjaannya, maupun terbatas dala mengekspresikan diri karena gender," tuturnya.

Sesuai dengan film yang diperankannya dalam film Yuni, Arawinda Kirana berharap masyarakat Indonesia dapat terus menjalani hidup dengan semangat. Khususnya, untuk siapa pun yang memiliki keterbatasan.

"Jagalah tingkat keingintahuan yang besar, jagalah mimpi-mimpi dan keinginan untuk belajar yang besar. Semoga dengan film Yuni, kita semua bisa semakin sadar akan kondisi perempuan dan laki-laki yang ada di dalam kota maupun di luar kota besar," pungkasnya.

Pada kategori ini, Arawinda Kirana bersaing dengan sejumlah aktris ternama. Di antaranya, Wulan Guritno (Jakarta Vs Everybody), Nirina Zubir (Paranoia), Hana Prinantina Malasan (Cinta Bete), dan Shenina Syawalita Cinnamon (Penyalin Cahaya).

Sementara itu, film Yuni bercerita tentang seorang gadis remaja cerdas dengan impian besar untuk kuliah. Ketika dua pria yang hampir tidak dikenalnya datang melamar, ia menolak lamaran mereka.

Penolakan itu memicu gosip tentang mitos bahwa seorang perempuan yang menolak tiga lamaran tidak akan pernah menikah. Tekanan semakin meningkat ketika pria ketiga melamarnya, dan Yuni harus memilih antara mempercayai mitos atau mengejar impiannya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait