#humaniora#ptm#aptisi

Aptisi Wilayah II Lampung Tunda PTM 100 Persen

Aptisi Wilayah II Lampung Tunda PTM 100 Persen
Logo Aptisi. Aptisi wilayah II Lampung tunda perkulihan tatap muka 100%.


BANDAR LAMPUNG  (Lampost.co)--Aptisi  akan menunda Perkuliahan Tatap Muka (PTM) 100% setelah melihat kasus Covid-19 nasional tembus 17 ribu kasus baru  per 3 Februari 2022. Hal itu ditegaskan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Wilayah II-B Lampung Firmansyah. 

"Meminimalisir terjadinya kenaikan kasus, jadi kita tetap melakukan pembelajaran dengan pola hybrid, gitu ya. Dan masih menunda PTM 100%," katanya, Kamis, 3 Februari 2022.

Ia mengatakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Lampung yang awalnya akan memulai PTM 100% pada Februari ini akan ditunda karena kasus gelombang ketiga ini. 

"Karena sekarang ini kan masih kondisi masih rawan adanya gelombang ketiga, kalau kita paksakan juga nanti malah jadi klaster-klaster baru," ujarnya. 

Ia menuturkan kalau dikondisi saat ini dengan pembelajaran hybrid menjadi solusi bahwa kita bisa tetap melaksanakan kegiatan perkuliahan.

"Kemudian pun juga kita bisa memastikan bahwa kita bisa mencegah penyebaran Covid-19," tuturnya. 

Untuk teknisnya sendiri kuliah hybrid ini, untuk tatap muka terbatas 50% dan 50% lagi secara daring.

"Jadi ada yang tatap muka, ada yang daring. Tapi dengan kapasitas maksimal 50%," jelasnya. 

Ia meminta pemerintah betul-betul  konsisten menutup pintu-pintu masuk dari luar negeri agar kasus Covid-19 tidak meledak lagi. 

"Tapi ini kan masih tetap terbuka,  kemudian akhirnya juga jadi ledakan penularan. Ya saya berharap nanti ke depan kita harus bisa lebih disiplin, saat muncul varian baru ditutuplah," ucapnya. 

Firmansyah menambahkan pemerintah tidak belajar dari pengalaman sebelumnya ihwal kenaikan kasus Covid-19 ini. 

"Kita berharap Covid-19 ini segera usai, tapi kalau pemerintah pun juga setengah hati dalam menjalankan aturan-aturan yang bisa meminimalisir masuknya virus-virus baru ke Indonesia, maka pandemi ini akan berkepanjangan terus," pungkasnya.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait