#beritalampung#beritalampungterkini#timbayangan#kemendikbudristek#mendikbudristeknadiemmakarami#nadiemmakarim

Aptisi Wilayah II-B Lampung Minta Tim Bayangan Mendikbudristek Dibubarkan

Aptisi Wilayah II-B Lampung Minta Tim Bayangan Mendikbudristek Dibubarkan
Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Foto: Instagram


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah II-B Lampung menilai tim bayangan yang berisi 400 orang yang dibentuk Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim perlu dibubarkan. Sebab,  keberadaan tim itu menandakan Nadiem tidak percaya dengan birokrasi Kemendikbudristek.

Sebelumnya, Mendikbudristek Nadiem mengaku memiliki 400 orang yang tergabung dalam "organisasi bayangan".  Posisi tim bayangan tersebut tidak masuk struktur birokrasi, tapi melekat dengan Kemendikbudristek, bahkan turut mendesain produk-produk yang dihasilkan kementerian.

Baca juga: Unila Targetkan Kuota Jalur Mandiri 2023 Sebanyak 15 Persen 

"Bertahan lama atau tidak bergantung user-nya yaitu Mas Menteri. Tapi kalau kami jelas meminta agar tim bayangan ini dibubarkan sesegera mungkin," kata Ketua Aptisi Wilayah II-B Lampung Firmansyah Y Alfian, Minggu, 25 September 2022.

Firmansyah mengatakan seharusnya Nadiem percaya dengan struktur yang ada di Kemendikbudristek. Selain mengganggu struktur resmi, dia mempertanyakan bagaimana penganggarannya untuk tim bayangan tersebut.

"Ada dirjen, sesdirjen, direktur, kabiro, dan banyak lagi, tim bayangan jelas akan menggangu kinerja dari struktur resmi Kemendikbudristek sehingga bisa terjadi overlap kebijakan, terlebih lagi dengan 400 orang dalam tim yang bersangkutan," ujarnya.

"Bagaimana penganggarannya? Jika tim bayangan ini benar adanya, perlu ada audit investigatif keuangan Kemendikbudristek," katanya.

Selain itu, ia juga mempertanyakan tolok ukur terkait kinerja. Sebab, jika posisi dirjen dan lainnya bisa diukur kinerjanya karena berada dalam struktur resmi

"Bagaimana mengukur kerja tim bayangan? Apakah bisa transparan? Namanya saja tim bayangan, intinya perlu audit investigasi," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait