#beritalampung#beritabandarlampung#pendidikan

Aptisi Minta Pemerintah Berdayakan PTS untuk Mengejar Ketertinggalan dari PTN 

Aptisi Minta Pemerintah Berdayakan PTS untuk Mengejar Ketertinggalan dari PTN 
Ketua Aptisi Pusat Budi Djatmiko. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co): Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi), Budi Djatmiko, meminta pemerintah untuk melakukan pemberdayaan pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) baik dari yayasan, pimpinan PTS hingga dosen-tendik harus diberikan pelatihan khusus. Hal itu perlu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan PTS dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Budi mengatakan perlu adanya pendidikan khusus untuk mengelola perguruan tinggi dengan baik dan benar dari pemerintah. 

"Sehingga PTS mampu berdiri di kaki sendiri maju dan dapat bersaing dengan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri," kata Budi, Senin, 31 Oktober 2022. 

Baca juga:  Kasus Bully di MAN 1 Bandar Lampung, Pihak Sekolah Klaim Sudah Ekstra Menegahi Perkara

Selain diberi pelatihan, Budi, meminta juga 20% anggaran belanja harus dikucurkan pada pendidikan dari APBN untuk dimaksimalkan realisasinya. "Jadi kalau Finlandia 25% APBN-nya untuk pendidikan, Indonesia 20% APBN-nya untuk pendidikan, namun baru sekitar 13% realisasinya," kata dia.

Dia menambahkan agar pemerintah memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang untuk kuliah. Ia memberi contoh, Finlandia yang tujuan utama dari sistem pendidikan adalah pendidikan universal yang berkualitas baik.

"Maksudnya adalah pendidikan yang gratis, inklusif, dan komprehensif yang sama diberikan kepada semua warga negara," ujarnya.

Menurutnya, selain pendidikan yang universal untuk semua warga negara, perlu pembelajaran inklusif untuk mahasiswa berkebutuhan khusus akan mendapatkan fasilitas yang memadai. 

"Semua kebutuhan mahasiswa akan didukung tanpa memperhitungkan berapa banyak alat yang dibutuhkan. Pemerintah memberikan dukungan penuh atas kebutuhan laboratorium dan alat peraga serta kebutuhan kampus lainnya," tambahnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait