#apbdp#paripurna

APBD Perubahan Bandar Lampung Tahun 2021 Bertambah Rp96 Miliar 

APBD Perubahan Bandar Lampung Tahun 2021 Bertambah Rp96 Miliar 
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana didampingi Wakil Wali Kota Deddy Amarullah, saat penandatanganan nota kesepakatan APBD Perubahan tahun 2021 di ruang rapat DPRD setempat, Kamis, 9 September 2021.  Dokumen Humas Pemkot


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan Bandar Lampung tahun anggaran 2021 disetujui dalam rapat paripurna penandatanganan APBD Perubahan. Dalam laporannya, Badan anggaran (Banang) DPRD Kota Bandar Lampung, Agusman Arief, menyampaikan, DPRD setempat menyetujui hasil pembahasan perubahan APBD tahun anggaran 2021. 

"Banang sepakat bahwa pagu APBD perubahan tahun anggaran 2021 sebesar Rp2,799 triliun atau bertambah Rp96 miliar," ujarnya di ruang rapat DPRD setempat, Kamis, 9 September 2021.  

Kemudian, dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandar Lampung mengalami perubahan. Semula berjumlah sekitar Rp991 miliar berubah menjadi Rp1,135 triliun. 

"Perubahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terjadi penambahan sebesar Rp144 miliar bersumber dari lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Semula sebesar Rp157 miliar, bertambah menjadi Rp301 miliar," kata Agusman.  

Menurutnya, perubahan dana perimbangan pendapatan transfer pemerintah pusat berkurang sebesar Rp55 miliar. Semula berjumlah Rp1,410 triliun menjadi Rp1,354 triliun sehingga besaran pendapatan transfer yang semula Rp1,610 triliun menjadi Rp1,554 triliun. 

"Perubahan lain-lain pendapatan daerah yang sah bertambah Rp8 miliar. Semula Rp101 miliar menjadi Rp109 miliar, bersumber pada penambahan pendapatan hibah PDAM Way Rilau dan lain lain pendapatan," ujarnya. 

Agusman melanjutkan perubahan alokasi belanja operasi mengalami penurunan sebesar Rp7 miliar. Dari APBD tahun 2021 semula sebesar Rp2,80 triliun, menjadi sebesar Rp 2,73 triliun. Perubahan itu disebabkan penyesuaian belanja pegawai negeri sipil dan tunjangan. Lalu adanya penambahan belanja barang dan jasa, penyesuaian belanja bunga, penurunan belanja hibah, adanya penambahan belanja bantuan sosial.

"Belanja alokasi modal mengalami perubahan kenaikan sebesar Rp436 miliar. Dari APBD tahun 2021 yang semula Rp298 miliar menjadi Rp735 miliar. Hal itu disebabkan adanya penambahan belanja modal peralatan serta mesin belanja modal gedung dan bangunan, jalan, jaringan, dan irigasi, serta belanja modal aset tetap. Belanja tidak terduga tidak mengalami perubahan yaitu sebesar Rp20 miliar. Maka, Banang sepakat menetapkan pagu belanja daerah perubahan APBD tahun 2021 sebesar Rp2,839 triliun atau bertambah sebesar Rp429 miliar," katanya.  

Dengan demikian, diketahui proyeksi rencana perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2021. Pendapatan asli daerah sekitar Rp1,135 triliun, dana pendapatan transfer Rp1,554 triliun, lain lain pendapatan daerah yang sah Rp109 miliar, maka jumlah pendapatan Rp2,799 triliun.   

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, menyatakan dengan disahkannya APBD Perubahan tahun 2021 seluruh program yang ada dapat berjalan. 

"Kami patut bersyukur DPRD lakukan pengawasan dan penyempurnaan OPD terhadap APBD di Kota Bandar Lampung. Semoga apa yang diharapkan bisa terwujud berkat kerja sama semua baik dari Pemkot maupun DPRD," ujar Eva Dwiana. 

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait