#PEMBALAKAN#REGISTER19#DIAMANKAN#BERITALAMPUNG

Aparat Amankan Puluhan Kubik Kayu Sonokeling Hasil Pembalakan di Register 19

Aparat Amankan Puluhan Kubik Kayu Sonokeling Hasil Pembalakan di Register 19
Aparat Amankan Puluhan Kubik Kayu Sonokeling Hasil Pembalakan di Register 19. (Foto:Dok.Polda)


BANDAR LAMPUNG  (Lampost.co)--Polres Pesawaran dan Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipeter) Ditreskrimsus Polda Lampung mengamankan puluhan kayu sonokeling.

Kayu yang memiliki nominal puluhan juta perkubiknya tersebut, diduga hasil pembalakan liar di wilayah Register 19, Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdurachman, Pesawaran, pada Rabu (17/10/2018).Informasi yang dihimpun, kayu diamankan di sebuah gudang yang terletak, di Desa Way Harong, Way Lima, Pesawaran.

"Ia kita amankan," ujar Dirreskrimsus Polda Lampung Kombespol Aswin Sipayung melalui Kasubdit IV Tipiter AKBP Daniel Binsar Manurung, Jumat (19/10/2018).

Sayangnya, para pelaku berhasil kabur ketika aparat hendak meringkus pembalak liar tersebut. Mereka melarikan diri, dengan menggunakan sepeda motor.

"Kita sifatnya backup, dari Polres Pesawaran, ada dua dari masyarakat, pelaku kabur, mereka memang menguasai Medan di sana," katanya

Aparat sendiri belum bisa memastikan jumlah kayu jenis sonokeling yang disita, namun sementara diduga ada 23-24 kubik yang diamankan dari pada pelaku.

"Kita masih Lidik, backup Polres Pesawaran lakukan pengejaran, untuk jumlah pastinya, masih Koordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung," katanya.

Sementara Kabid Perlindungan dan Konservasi Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Wiyogo, mengatakan pihaknya memenangkan hal tersebut.

"Ia informasi sudah masuk, aparat amankan dan diarahkan ke kita, dari sebuah gudang," ujarnya kepada Lampost.co.

Pihaknya belum bisa memastikan jumlah rinci kayu yang diamankan. Namun diduga kayu tersebut akan diedarkan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, untuk pengusaha mebel.

"Nanti masih ditera, jenis dan jumlahny secara rinci," katanya.

Pihaknya menegaskan sebetulnya aparat sudah maksimal untuk melakukan pengawasan, penangkapan hingga pembuktian. Namun memang perkara pembalakan liar tersebut, dalam proses penyidikanny cukup sulit.

"Kita udah usaha maksimal, tapi luasnya hutan Register, banyak celaka masuk pembalak, sedangkan Polhut, dan aparat terbatas," katanya. 

EDITOR

Asrul Septian Malik

loading...




Komentar


Berita Terkait