#metaverse

AP II Rancang Bandara Metaverse

AP II Rancang Bandara Metaverse
Metaverse. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- PT Angkasa Pura (AP) II menumbuhkan budaya digital di internal perusahaan maupun pemangku kepentingan dengan mengadopsi teknologi yang mendukung pemanfaatan metaverse. Upaya tersebut diharapkan bisa memaksimalkan pelayanan dan berdampak positif terhadap aktivitas bisnis di masa mendatang.

"Di era teknologi ini, AP II sebagai perusahaan di bidang pelayanan publik secara konsisten melakukan digitalisasi di seluruh aspek untuk dapat mengikuti perkembangan dunia dan mengakomodir kebutuhan masyarakat," kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin, dilansir dari Antara, Minggu, 6 Februari 2022.

Baca juga: Metaverse Bakal Untungkan Perbankan

AP II pada 2022 akan fokus memanfaatkan metaverse untuk memperkenalkan Airport Metaverse. Pada tahap awal, ada tiga program Airport Metaverse, yakni Airport Metaverse Learning, Tourism Activity Center, dan Augmented Airport Experience.

Awaluddin mengatakan metaverse dapat diartikan sebagai dunia digital yang mempertemukan setiap orang untuk saling berinteraksi dekat, meskipun secara fisik tidak berada di satu lokasi. Pemanfaatan metaverse secara global dalam waktu dekat diproyeksikan semakin luas, di mana perusahaan kelas dunia sudah mulai fokus pada bidang ini.

"Digitalisasi juga meningkatkan efisiensi dan optimalisasi sehingga kinerja perusahaan secara keseluruhan semakin baik dari tahun ke tahun," ujarnya. 

Setelah memanfaatkan metaverse dalam kegiatan internal Rapat Pimpinan Kuartal I/2022 pada 31 Januari 2022, AP II kembali memanfaatkan metaverse dalam pertemuan dengan Telkom University (Tel-U) pada 4 Februari 2022 di mana AP II diminta menjadi narasumber guna memberi masukan untuk kurikulum program pascasarjana universitas tersebut.

"Pemanfaatan metaverse dalam rapat formal ini menandakan AP II terus memperkuat transformasi digital dan Telkom University yang menjadi salah satu kampus terbaik di bidang teknologi, telah mampu merespons perkembangan teknologi dunia,” katanya.

Dalam menggelar rapat dengan memanfaatkan metaverse ini, perlengkapan yang diperlukan antara lain Virtual Reality (VR) Set, platform, dan jaringan internet. Rapat Pengampuan memanfaatkan metaverse yang dilakukan AP II dan Telkom University digelar dalam waktu sekitar 1,5 jam, di mana juga disaksikan sejumlah mahasiswa melalui platform zoom.

"Secara fisik peserta rapat berada di dua kota yakni Jakarta dan Bandung, di mana kemudian disatukan di satu lokasi di dunia digital dengan masing-masing peserta rapat memiliki avatar. Metaverse ini membuat rapat berlangsung sangat cair dan peserta merasa sangat dekat, meski secara fisik berada di kota yang berbeda,” ujar Muhammad Awaluddin.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait