#beritalampung#beritabandarlampung#ekbis#operasipasar

Antisipasi Gejolak Harga, Dinas Perindag Berencana Gelar Operasi Pasar

Antisipasi Gejolak Harga, Dinas Perindag Berencana Gelar Operasi Pasar
Sejumlah harga pangan di Bandar Lampung mulai merangkak naik terdampak penaikan BBM. Lampost.co/Yudi Wijaya


Bandar Lampung (Lampost.co): Dalam rangka mengantisipasi lonjakan harga pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung berencana akan dengan melaksanakan operasi pasar.

Kebijakan kenaikan harga BBM berdampak pada peningkatan biaya transportasi dan harga bahan pokok. Dari pemantauan di lapangan kenaikan itu terjadi di tingkat pedagang besar sampai ke tingkat pengecer seperti seperti beras dan cabai mengalami kenaikan mulai Rp2-5 ribu per kilo.

"Untuk mengantisipasi ke depan, kita bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan mengambil suatu kebijakan melakukan operasi pasar bila dipandang perlu. Contoh seperti beras dan cabai," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil Sauki, Senin, 5 September 2022.

Baca juga: Petani Cabai Banyak Beralih Tanaman Ancam Stok di Pasaran

Dia mencontohkan, untuk komuditas cabai pihaknya akan mengajak petani cabai untuk bekerja sama. "Kita fasilitasi bantuan transpotnya. Jadi nanti harga petani yang kita jual langsung ke konsumen," katanya.

Begitu juga dengan beras, pihaknya akan mengajak Perum Bulog sebagai salah satu maklumat pangan. "Jadi kita ajak Bulog untuk operasi beras," ujarnya.

Dia mengatakan belum bisa memastikan jadwal operasi pasar akan digelar. "Untuk kapannya saya belum tau ini masih di rapatkan. Nanti apa arahan pimpinan. Yang jelas kita kasih masukan ke pimpinan seperti itu. Agar kita bisa memutus rantai distribusi langsung ke tangan konsumen. Jadi konsumen dapat harga dari harga petani atau harga produsen," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait