#buras#anti-malaria#corona#bew

Anti-Malaria Ampuh Lawan Corona!

( kata)
Anti-Malaria Ampuh Lawan Corona!
Ilustrasi Pixabay.com

H. Bambang Eka Wijaya

MUNCUL harapan. Sebuah tim pakar Tiongkok mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil uji klinis, obat antimalaria, Chloroquine Phosphate (sejenis yang di Indonesia disebut pil kina), memiliki efek penyembuhan tertentu pada penyakit virus corona yang baru (Covid-19).

Hal tersebut disampaikan oleh Sun Yanrong, wakil kepala Pusat Pengembangan Bioteknologi Nasional Tiongkok, di bawah Kementerian Sains dan Teknologi dalam konferensi pers yang disiarkan kantor berita Xinhua. (detik.news, 18/2/2020)

Menurut Sun, para pakar sepakat mengusulkan agar obat tersebut dimasukkan dalam versi baru panduan pengobatan virus corona dan diterapkan dalam uji klinis yang lebih luas secepat mungkin.

Sun mengatakan Chloroquine Phosphate yang telah digunakan sebagai obat antimalaria selama lebih dari 70 tahun, dipilih dari puluhan ribu obat yang telah ada setelah melewati beberapa putaran skrining.

Obat tersebut, menurut Sun, telah digunakan selama uji klinis di lebih dari 10 rumah sakit di Beijing, serta di Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan, dan Provinsi Hunan, Tiongkok Tengah, menunjukkan khasiat yang cukup baik.

Dalam uji coba tersebut, kelompok pasien yang menggunakan obat ini telah menunjukkan indikator yang lebih baik daripada kelompok paralel mereka, dalam penurunan demam, perbaikan gambar CT paru-paru, persentase pasien yang hasilnya negatif dalam tes asam nukleat virus dari waktu yang mereka perlukan untuk itu.

Pasien yang menggunakan obat ini juga membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk sembuh, ujar Sun.

Sun memberi contoh seorang pasien berusia 54 tahun di Beijing. Ia dirawat di rumah sakit empat hari setelah menunjukkan gejala. Setelah minum obat ini selama seminggu, dia melihat semua indikator membaik dan asam nukleat berubah negatif.

Sun mengatakan bahwa sejauh ini, tidak ditemukan reaksi merugikan yang serius terkait obat tersebut di antara lebih dari 100 pasien yang terdaftar dalam uji klinis.

Dengan ditemukannya obat antimalaria berbasis kina sebagai obat ampuh virus corona, Indonesia memutar sejarah muram malaria di Indonesia, dengan pada 1714—1767 sebanyak 72.816 warga berkebangsaan Eropa di Batavia tewas akibat penyakit malaria.

Pada pertengahan 1800-an Menteri Seberang Lautan Belanda menanggulangi malaria dengan membudidayakan tanaman kina semula di Cibodas. Kemudian, penggantinya meluaskan tanaman ke lereng Gunung Malabar, dan pada 1896 mendirikan pabrik kina di Bandung, kini jadi milik Kimia Farma. ***

 

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar