#LAMPUNG

Animo Masyarakat untuk Vaksin Booster Masih Rendah

Animo Masyarakat untuk Vaksin Booster Masih Rendah
Koordinator pelayanan vaksinasi Covid-19 Puskesmas Kedaton, Mazaya Ekawati. Lampost.co/Ihwana Haulan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah menginstruksikan agar vaksinasi covid-19 dosis booster kedua mulai dapat diberikan kepada semua masyarakat umum mulai Selasa, 24 Januari 2023.

Namun vaksinasi booster itu kurang mendapatkan perhatian serta antusiasme dari masyarakat.

Koordinator pelayanan vaksinasi Covid-19 Puskesmas Kedaton,  Mazaya Ekawati mengatakan bahwa per dua hari sejak vaksinasi booster dosis kedua diberlakukan, animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi sangat minim. Berdasarkan pengakuanya, hanya terdapat 1-2 orang saja yang mendaftar untuk melakukan vaksinasi.

"Untuk vaksin booster hari pertama baru 1-2 orang saja yang mendaftar, sementara di hari kedua ini baru sekitar tiga orang," kata dia saat ditemui di Puskesmas Kedaton, Rabu, 25 Januari 2023.

Menurutnya, ketidaktahuan masyarakat dengan adanya vaksin booster dosis kedua, menjadi penyebab minimnya animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

Untuk mengatasi hal ini, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya melakukan vaksinasi sekaligus mempromosikan ketersediaan vaksin booster dosis dua kepada masyarakat.

"Untuk vaksin booster kedua ini karena memang baru berjalan dua hari, jadi banyak masyarakat yang belum tahu. Jadi mungkin nanti kami dari kami akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa sudah tersedia vaksin booster yang kedua," kata dia.

Hal serupa juga terjadi di Puskesmas Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Desak Nyoman Indra Dewi, selaku Kepala Vaksinasi Puskesmas Hajimena menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima vaksin booster dari dinas kesehatan setempat.

Hal ini disebabkan pada saat melakukan usulan pengiriman vaksin, harus melalui tahapan yang berjenjang dari Dinas Kesehatan Kabupaten, Provinasi baru kemudian sampai ke pusat. Dengan adanya keterlambatan pengiriman vaksin ini, masyarakat belum bisa melakukan vaksinasi.

"Sampai saat ini kami belum dapat kiriman vaksin, baru tahap amprah (Pengajuan). Karena usulannya berjenjang dari dinkes kabupaten, provinsi baru ke pusat (Kemenkes)," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait