Koronacoronaviruspsbb

Anies: PSBB Total Didukung Pemerintah Pusat

( kata)
Anies: PSBB Total Didukung Pemerintah Pusat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi keterangan kepada media di Balai Kota Jakarta, Jumat, 10 April 2020. Foto: Istimewa

Jakarta (Lampost.co) -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total mendapat dukungan dari pemerintah pusat. PSBB total jilid II mulai berlaku Senin, 14 September 2020.

"Jadi (pemerintah pusat) mendukung dan kita sama-sama menyadari bahwa tanpa kita membereskan kesehatan, tidak mungkin ekonomi bergerak," kata Anies di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu, 12 September 2020.

Menurut dia, kebijakan rem darurat ini diambil lantaran ada lonjakan kasus positif covid-19 di September 2020. Anies menyebut DKI telah berkoordinasi dengan wilayah sekitar. Ia telah berdiskusi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kang Emil, sapaan Ridwan, menjanjikan akan berdiskusi dengan para kepala daerah di Jawa Barat awal pekan depan.

"Pak Ridwan Kamil juga mengatakan bahwa beliau juga akan bersama-sama dengan kepala daerah di Jawa Barat untuk melakukan koordinasi," kata dia.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu mengaku tak bisa meminta wilayah sekitar untuk menerapkan PSBB. Pasalnya, penyebaran virus tiap wilayah berbeda-beda.

"Karena itu tidak bisa diseragamkan," jelas dia.

Sementara itu, Sabtu ini, pasien positif menderita virus korona di DKI Jakarta bertambah 1.440 orang. Total Ibu Kota dilanda 53.761 kasus covid-19 dengan 12.174 pasien di antaranya menjadi kasus aktif atau masih dirawat maupun diisolasi.

Sebanyak 40.183 pasien covid-19 dinyatakan pulih dengan tingkat kesembuhan di DKI 74,7 persen, sedangkan 1.404 orang meninggal dengan tingkat kematian 2,6 persen.

Sementara itu, persentase hasil positif pada tes (positivity rate) di Jakarta 12,3 persen sepekan terakhir. Melesatnya pertambahan kasus covid-19 memaksa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil kebijakan rem darurat. Keputusan ini diterapkan setelah angka kematian meningkat, sedangkan sisa tempat tidur di rumah sakit (RS) rujukan covid-19 makin sedikit. 

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat tujuh dari 67 RS rujukan covid-19 di DKI Jakarta sudah penuh 100 persen. Sementara itu, 46 rumah sakit rujukan terisi 68,6 persen. Hanya 14 rumah sakit yang kapasitas ruang isolasinya baru terisi 20,9 persen.

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut kasus covid-19 di DKI naik usai PSBB total dihentikan. PSBB berakhir Kamis, 4 Juni 2020, dan diganti menjadi PSBB transisi pada Jumat, 5 Juni 2020, hingga sekarang.

Saat PSBB dimulai Jumat, 10 April 2020, hingga awal Juni, penambahan harian kasus covid-19 di Jakarta di bawah 200 pasien. Pada PSBB transisi, kasus baru di DKI meroket hingga bertambah 1.450 kasus Kamis, 10 September 2020, dan menjadi yang tertinggi.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar