koronacoronavirus

Anies Dianggap Gagal Tekan Penyebaran Korona

( kata)
Anies Dianggap Gagal Tekan Penyebaran Korona
Ilustrasi. Medcom.id

JAKARTA (Lampost.co) -- Kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan memperpanjang pembatasan sosial bersakala besar (PSBB) transisi dianggap tidak berhasil menekan laju kasus positif covid-19. Rata-rata kasus covid-19 di Jakarta sangat tinggi, angka melebihi 250 pada 9 Juli 2020.

"DKI minggu ini mencapai kasus rata-rata tertinggi. Angkanya (positif covid-19) selalu naik ya. Pak Gubernur yang harus menjelaskan. Ini artinya kan gagal PSBB transisi," ujar ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif kepada Media Indonesia, Jakarta, Senin, 13 Juli 2020.

Kasus positif covid-19 di Ibu Kota mengalami fluktuasi selama sebulan ini. Namun, rata-rata kasus mengalami peningkatan sejak 18 Juni-9 Juli 2020.

Dalam data kurva mingguan rata-rata kasus positif di Jakarta, kasus positif covid-19 berada di bawah 100 kasus pada 4 Juni 2020. Kasus covid-19 naik menjadi 150 kasus pada 11 Juni 2020. Kasus positif covid-19 di DKI turun sedikit di bawah 150 kasus pada 18 Juni 2020.

Pada 25 Juni 2020, kasus positif covid-19 naik menjadi di atas 150 kasus. Kenaikan kembali terjadi dengan angka masih di atas 150 kasus pada 2 Juli 2020. Kenaikan rata-rata kasus positif covid-19 mencapai puncaknya dengan di atas 250 kasus pada 9 Juli 2020.

Syahrizal meminta Anies mengkaji kembali kebijakan untuk perpanjangan PSBB transisi di DKI. Jangan sampai masyarakat yang disalahkan dalam lonjakan kasus covid-19 di Jakarta.

Pada 12 Juli 2020, terjadi penambahan 404 kasus positif covid-19 di Ibu Kota selama 24 jam. Total kasus pun mencapai 14.361. Dari jumlah tersebut, 9.200 orang dinyatakan sembuh, sedangkan 702 orang meninggal.

"Di masa darurat dan krisis seperti ini masyarakat tidak bisa disalahkan. Pemimpin lah yang salah, karena semua otoritas ada di tangannya, juga pengelolaan sumber daya, serta regulasi," tegas Syahrizal.

Di samping itu, Syahrizal tidak heran dengan angka positivity rate di DKI yang naik mencapai 10,5 persen. Dalam siaran YouTube-nya, Anies mengatakan angka positivity rate meningkat dua kali lipat dibandingkan Juni 2020 yang berada di kisaran 4 persen hingga 6 persen.

Anies pun membuka kemungkinan menarik status PSBB transisi bila lonjakan kasus positif masih terus terjadi. "Saya ingatkan pada semua jangan sampai situasi ini jalan terus, sehingga kita harus menarik rem darurat atau emergency brake. Kalau ini berlangsung terus bukan tidak mungkin kita kembali ke situasi sebelum ini," kata Anies, Minggu, 12 Juli 2020.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar