#stunting#tulangbawang

Angka Stunting di Tuba Turun Jadi 11,17 Persen

Angka Stunting di Tuba Turun Jadi 11,17 Persen
Stunting. Ilustrasi


Menggala (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang (Tuba) mencatat angka stunting (kondisi gagal tumbuh) pada balita akibat kekurangan gizi kronis turun menjadi 11,17 persen pada 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Tuba, Fhatoni, mengatakan angka stunting terus menurun dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018, tingkat stunting di Tuba mencapai 32,49 persen, sedangkan 2019 berdasarkan studi status gizi balita Indonesia (SSGBI) menjadi 15,39 persen. 

Perbaikan kembali muncul berdasarkan data grebek stunting Februari 2020, yaitu menjadi 12,67 persen dan kembali turun menjadi 11,17 persen pada 2020. 

"Alhamdulillah Tulangbawang saat ini step by step terus memperjuangkan gizi anak guna menekan angka stunting dari 2018 mencapai 32,49% dan terakhir berdasarkan Grebek Stunting pada Agustus 2020 menjadi 11,17%," ujar Fhatoni, Jumat, 19 Maret 2021.

Menurutnya, penurunan itu menjadi salah satu hasil dari 25 program bergerak melayani warga (BMW) yang dicanangkan Bupati Tuba Winarti. Terutama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu hamil dengan program sayang ibu. 

Dengan adanya jaminan persalinan (Jampersal) dan jaminan kesehatan nasional (JKN) sangat membantu masyarakat dalam pembiayaan antenatal care (ACN) yakni pemeriksaan kehamilan diberikan sembilan kali hingga proses melahirkan. 

Pencegahan stunting, ujar dia, dapat dilakukan dengan cara pemenuhan kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil, ASI eksklusif sampai umur enam bulan dan setelah umur enam bulan diberi makanan pendamping ASI (MPASI) yang cukup jumlah dan kualitasnya. 

Kemudian memantau pertumbuhan balita di Posyandu dan meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan.

"Bupati dalam program BMW memberikan fasilitas pelayanan kesehatan untuk ibu yang ingin melahirkan, diharuskan melakukan persalinan di rumah sakit. Transportasi menuju rumah sakit juga diberikan mobil ambulans yang tersedia sebanyak 99 unit, diantaranya 20 unit melalui APBKam dan 79 unit dari APBD Tulangbawang," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait