#bandarlampung#perceraian#kua

Angka Perceraian di Bandar Lampung Meningkat

( kata)
Angka Perceraian di Bandar Lampung Meningkat
Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A. Lampost.co/Umar Robani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jumlah angka kasus perceraian yang terjadi di wilayah Bandar Lampung mengalami peningkatan, terutama dalam tiga bulan terakhir. Mayoritas perceraian disebabkan masalah ekonomi.

Humas Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A Junaidi mengatakan kenaikan tampak September lalu. Pada bulan tersebut terdapat 136 putusan perceraian. Jumlah itu naik dari bulan sebelumnya yang hanya 128 putusan.

"Sedangkan dalam laporan Oktober terdapat 147 putusan perceraian," kata dia, Senin, 25 November 2019.

Menurut dia, rata-rata perceraian terjadi disebabkan keadaan ekonomi keluarga. Namun tidak hanya itu, terdapat juga faktor lain, seperti keterlibatan orang ketiga dan KDRT.

"Tahun ini terhitung hingga Oktober terdapat 1.260 putusan kasus perceraian," kata dia.

Jumlah putusan tersebut berasal dari 1.623 perkara yang diterima Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A sepanjang 2019.

Dia menambahkan perceraian didominasi pasangan yang menikah dengan umur pernikahan di bawah sepuluh tahun. "Kebanyakan karena faktor ekonomi dan pasangan yang menikah di bawah 10 tahun ," katanya.

Dia menjelaskan proses perceraian di Pengadilan Agama dilakukan melalui dua jalan. Jika diajukan perempuan, disebut gugatan, sedangkan pengajuan oleh suami disebut talak. Selama 2019 di Bandar Lampung jumlah kasus perceraian melalui pengajuan gugatan tercatat lebih banyak dibandingkan talak. "Hingga 31 Oktober lalu terdapat 960 putusan perceraian terjadi atas gugatan istri," kata dia.

Jumlah tersebut berasal dari 1.216 kasus yang diterima pihaknya. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pengajuan talak yang dilakukan suami. "Perceraian akibat talak yang dilakukan suami hanya berjumlah 300 putusan dari 407 kasus yang diterima," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait