#BERITALAMPUNG#PUTINGBELIUNG#BENCANAALAM

Angin Puting Beliung Ancam Lampung

Angin Puting Beliung Ancam Lampung
Prakiraan arah angin di Indonesia. Dok BMKG


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Masyarakat di Provinsi Lampung diminta untuk waspada terhadap ancaman bencana alam yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Beberapa waktu lalu, dua daerah di Lampung dilanda angin puting beliung. Pada Minggu (18/1/21) angin puting beliung melanda Pekon Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu. Peristiwa itu merusak 10 rumah warga, satu di antaranya rata dengan tanah, serta dua kendaraan. 


Sebelumnya diberitakan, Jumat (26/2/21), angin puting beliung di Dusun Sukajaya, Desa Margacatur, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, merontokkan atap 54 rumah. Sebelumnya lagi, angin puting beliung juga merusak empat rumah di Desa Bumidaya dan tiga rumah di Desa Tanjungsari, Kecamatan Palas. Badan Meteorologi, Klimantologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa Maret ini memasuki akhir puncak musim hujan dan hujan benar-benar berhenti pada April - Mei 2021.


Kepala Sesi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Radin Inten II Lampung, Rudi Harianto menjelaskan untuk di Provinsi Lampung daerah yang rawan terjadi angin puting beliung biasanya pada wilayah yang topografinya cenderung datar, wilayah yang secara histori pernah terjadi yaitu di Mesuji, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Way Kanan, Lampung Timur, Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, Bandar Lampung, dan Lampung Utara.


"Untuk prediksi kapan dan dimana puting beliung terjadi, kami belum bisa memprediksi. Karena durasinya singkat dan luasan wilayahnya juga relatif kecil," katanya kepada Lampost.co, Senin, 1 Maret 2021.


Rudi menjelaskan karakteristik munculnya puting beliung itu bisa dideteksi.  Pertama, terasa panas dari malam hingga pagi pada umumnya, satu hari sebelum terjadinya puting beliung, udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah. Kedua, udara panas dan terik sejak pagi yang perlu mewaspadai dan mengantisipasi, jika udara sudah terasa panas sejak pagi hari, serta cukup terik dan gerah. 


Ketiga, terlihat awan Cumulus umumnya mulai pukul 10.00 terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis). Lantas, di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol. Keempat, tampak awan Cumulonimbus, setelah terlihat munculnya awan Cumulus, maka tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus (CB). 


Kelima,  pepohonan bergoyang.  Artinya, harus mewaspadai kemungkinan potensi puting beliung, saat dahan atau ranting dari pepohonan di sekitar mulai bergoyang cepat karena embusan angin. Keenam, udara terasa dingin/sejuk, jika Anda merasa ada sentuhan udara dingin/sejuk di sekitar tempat Anda berdiri, itu juga salah satu tanda potensi akan terjadinya puting beliung. 


Ketujuh, langsung turun hujan lebat atau gerimis disertai angin kencang. Biasanya sebelum angin puting beliung terjadi, hujan yang pertama kali turun adalah hujan lebat tiba-tiba. Apabila, hujannya gerimis, maka kejadian angin kencang jauh dari tempat 


 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait