#anginkencang#cuacaburuk#pancaroba#beritalampung#nelayan

Angin Kencang Membuat Nelayan Enggan Melaut

Angin Kencang Membuat Nelayan Enggan Melaut
Perahu nelayan banyak bersandar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Way Tataan, Telukbetung Timur, Bandar Lampung, Kamis, 7 November 2019. Nelayan setempat enggan melaut akibat cuaca buruk. Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co): Cuaca buruk akibat angin kencang akibat perubahan masa pancaroba beberapa pekan ini, berdampak pada aktivitas nelayan yang berada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lempasing, Kelurahan Way Tataan, Telukbetung Timur.

Acung Komari (27), salah seorang nelayan TPI mengatakan, bahwa dirinya sudah beberapa bulan ini jarang melaut menangkap ikan. Akibat angin kencang yang berakibat tingginya gelombang laut. "Selama 4 bulan ini nelayan jarang melaut, paling tidak kami berangkat cari ikan itu seminggu sekali atau dua kali seminggu saja tergantung angin," ujarnya, Kamis, 7 November 2019.

Dirinya dan nelayan lain kerap lebih mengutamakan keselamatan diri, ketika angin kencang terjadi. Sebab gelombang tinggi akan ikut terjadi. "Takut juga, apalagi pas angin kencang pastinya ombak juga tinggi, lebih baik ditunda dahulu ke tengah laut," lanjutnya.

Hal senada juga dikatakan oleh nelayan lainnya, Wantono (45). Menurutnya, gelombang tinggi di laut yang diakibatkan dari angin kencang membuat nelayan enggan melaut, sehingga nelayan mencari pekerjaan lain."Bila sedang tidak melaut kadang para nelayan bekerja sebagai kuli bangunan, mengepak udang dan lainnya untuk menghidupi keluarga," kata Wantono.

Dijelaskan, bila kondisi laut sedang bagus. Per harinya nelayan dari hasil menangkap ikan bisa mendapatkan penghasilan mulai dari Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari."Biasanya begitu selesai melaut dan dapat ikan, hasilnya sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu lebih. Kalau sekarang ya apa aja dikerjain supaya ada penghasilan," ungkapnya.

Sementara itu, Rudi Harianto Kepala Seksi Data dan Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengimbau kepada nelayan untuk waspada dengan kondisi angin kencang yang berdampak pada tingginya gelombang di laut. "Untuk kondisi angin kencang ini berpengaruh pada gelombang laut. Jadi bagi nelayan sederhana maupun tradisional yang mencari ikan untuk waspada dan hati-hati," imbaunya.

Dijelaskan, efek yang terlihat dan terpantau serta telah dikeluarkan warning bahwa waspada di Selat Sunda bagian selatan dan Samudra Hindia bagian barat Lampung.
"Kita prakirakan tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter," ungkapnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait