#anggrek#lampung#mancanegara

Anggrek Lampung Terkenal Hingga Mancanegara

( kata)
Anggrek Lampung  Terkenal Hingga Mancanegara
dok

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Siapa yang tidak tahu dengan bunga anggrek, bunga yang terkenal eksotis dan indah bisa dengan mudah kita jumpai. Namun dibalik keindahan  tersebut anggrek memiliki perawatan cukup sulit, sehingga tidak bisa sembarangan orang dapat memelihara anggrek dengan baik.

Di tangan para pecinta anggrek di Lampung, tumbuhan endemik asli Lampung akan terus dikembangkan, bahkan  akan dijadikan buku, serta telah dilakulan konservasi yang terletak di  Bukit Neba Tanggamus.

Pembina Pecinta Anggrek Lampung (PAL) Malikah Saadah menuturkan, anggrek merupakan salah satu jenis tanaman yang memerlukan perawatan penuh dengan kehati-hatian, sehingga dalam perawatanya, kunci sukses merawat anggrek adalah sterilisasi dan kesucian baik hati dan pikiran.

" Merawat anggrek itu kunci perawatanya harus steril, tidak bisa sembarangan, harus bersih sebelum memegang anggrek. Banyak anggrek yang mati seperti akar, daun busuk karena tidak steril. Entah dari mana pegang anggrek, pegang sembarangan,tangan kotor dan sebagainya," ujar Malikah, Selasa, 11 Februari 2020.

Komunitas yang baru saja berdiri di Lampung ini, menurutnya punya perjalanan panjang sebelum terbentuknya PAL. Ia berharap dengan adanyak PAL masyarakat serta para pecinta anggrek bisa sama-sama belajar.

" Saya ingin dengan PAL ini kita bisa belajar bareng,kebanyakan orang suka anggrek tapi tidak bisa merawat, anggrek terkenal dengan perawatan yang sulit." paparnya.

Ia menjelaskan, sebelum membentuk PAL untuk bisa belajar tentang merawat anggek, ia harus pergi ke berbagai daerahs eperti Lembang, Bandung, Surabaya, Malang, bahkan ke petani dan perusahaan anggrek.

"Lama-lama nemu orang pecinta anggrek satu persatu di Lampung, kemudian kita sepakat untuk membuat komunitas yang sekarang jumlahnya sudah mencapai ratusan orang," ujar Malikah yang juga pembina anggrek di Taman Nasional itu.

Selain belajar tentang merawat anggrek, kegiatan rutin yang dilaksanakan selama ini adalah kopdar, pelarihan, pameran anggrek di Hotel Novotel, bakti sosial di beberapa tempat seperti daerah Gunung Terang dan Tanggamus korban longsor.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar