#khilafah#radikalisme

Anggota Khilafatul Muslimin Metro Bersumpah Setia NKRI

Anggota Khilafatul Muslimin Metro Bersumpah Setia NKRI
Wali Kota Metro, Wahdi beserta jajarannya saat memulai pelepasan bai'at dan mengajak kembali anggota serta pengurus Khilafatul Muslimin Ummul Quro untuk berikrar ke NKRI. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Sebanyak 15 anggota dan pengurus Khilafatul Muslimin Ummul Quro Metro melepaskan bai'at dan kembali berikrar setia kepada NKRI.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Metro, Rosita Mizi mengatakan, dari 56 anggota berikut pengurus Khilafatul Muslimin yang ada di Bumi Sai Wawai telah melepaskan bai'at.

"Kami minta mereka untuk melepas bai'at. Namun sayang, ada beberapa yang tidak hadir. Itu terdiri dari istri dan anak dari kepala keluarga," kata dia usai pengambilan sumpah setia NKRI, Rabu, 29 Juni 2022.

Dia menjelaskan, anggota dan pengurus yang tidak hadir kali ini masing-masing beralasan karena menjaga anak di rumah. Ada juga yang sedang mengunjungi keluarga yang kondisinya sedang sakit.

"Kita memaklumi kondisi itu. Jadi anggota Khilafatul Muslimin yang hadir ini bisa mewakili, sehingga pelepasan bai'at ini dianggap sah," ujarnya.

Dia menambahkan, setelah mengucapkan sumpah setia kepada NKRI, pihaknya tetap memberikan pembinaan terhadap seluruh mantan anggota atau pengurus Khilafatul Muslimin Ummul Quro Metro.

"Kita akan terus melakukan pemantauan, memang sebelum ada kejadian ini juga kami sudah melakukan pembinaan dan pantauan. Selama ini juga tidak ada penyimpangan dan tidak ada intoleransi dengan masyarakat sekitar. Namun, karena mereka sudah terlanjur menjadi anggota Khilafatul Muslimin maka harus diberikan pembinaan lagi," tambahnya.

Rosita juga akan menggandeng seluruh elemen dan instansi terkait dalam memberikan binaan terhadap mantan anggota atau pengurus Khilafatul Muslimin.

"Kami telah koordinasi dengan MUI, NU dan Muhammadiyah untuk memberikan bimbingan agar mereka bisa membaur dengan masyarakat. Terutama pada acara pengajian, semaksimal mungkin mereka kami minta untuk bergabung ke masyarakat, bukan antara kelompok mereka saja," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, mantan Ketua Khilafatul Muslimin Ummul Quro Metro, M. Andrean mengaku, dari sekian banyak anggota atau pengurus yang tidak hadir dikarenakan sedang berhalangan.

"Mereka bukan tidak mau, hanya saja sedang berhalangan. Tapi, secara otomatis struktur di Metro yang sudah di bubarkan ini mereka akan ikut bubar semua dan membaur ke masyarakat," kata dia.

Meskipun, lanjutnya, mereka tidak memiliki ikatan di organisasi. M. Andrean yakin yang lainnya pasti mengikuti anjuran pemerintah.

"Insyaallah ini cukup untuk mewakili teman-teman lainnya. Mereka akan mengikuti kami yang sudah berikrar ke NKRI," ungkapnya.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait