#khilafah#radikalisme

Anggota Khilafatul Muslimin di Metro Dirangkul Diminta Kembali ke NKRI

Anggota Khilafatul Muslimin di Metro Dirangkul Diminta Kembali ke NKRI
Kepala Badan Kesbangpol Kota Metro bersama pimpinan Forkompinda lakukan pendekatan dan mengajak anggota Khilafatul Muslimin kembali memeluk NKRI. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melakukan pendekatan untuk mengajak para anggota Khilafatul Muslimin di Bumi Sai Wawai untuk ikrar NKRI.


Kepala Badan Kesbangpol, Rosita Mizi mengatakan, sejak diturunkan plang dan melarang aktifitas Khilafatul Muslimin pihaknya terus melakukan pendekatan.

"Kami lakukan silaturahmi terlebih dahulu, baik anggota maupun Ketua Ummul Quro Khilafatul Muslimin pak M. Andrean. Kita lakukan ini agar mereka mau meninggalkan bai'at sebelumnya dan kembali memeluk NKRI," kata dia, Jumat, 24 Juni 2022.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat dia meminta untuk mengumpulkan seluruh anggota Khilafatul Muslimin yang berdomisili Metro untuk ikrar NKRI dan berazaskan Pancasila.

"Sudah kami total seluruhnya ada 11 KK yang jika didata secara rinci ada 56 anggota berikut suami dan istri. Paling tidak Kepala keluarga dan istri harus berikrar setia kepada NKRI," tambahnya.

Dia berharap, dalam proses ikrar NKRI ini bisa berjalan dengan baik dan lancar sehingga tidak menimbulkan perpecahan bagi sesama masyarakat.

"Ini menjadi tanggung jawab kami untuk kembali mengajak sesama umat muslim untuk kembali kejalan yang benar dan berazaskan Pancasila," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ummul Quro Khilafatul Muslimin Metro, M. Andrean mengaku, sejak diturunkan nya plang Ummul Quro pihaknya sudah menghentikan seluruh kegiatan dan program.

"Semenjak plang itu turu. Saya sudah tidak ada wewenang lagi. Pada masa ini juga kita mulai off dan tidak ada lagi kegiatan. Bahkan, sudah saya nyatakan untuk bubar dan tidak ada lagi KM di sini," ungkapnya.

Dia menambahkan, jikapun ada anggota yang masih bergerak itu bukan lagi wewenangnya untuk memberikan binaan.

"Saya tidak ada wewenang lagi dan mungkin itu dari pribadi masing-masing. Dalam waktu dekat ini akan saya sosialisasi ke anggota untuk berikrar ke NKRI," tambahnya.

Diketahui, kantor sekretariat Ummul Quro Khilafatul Muslimin yang berada di Jalan Wolter Monginsidi, RT 14 RW 05, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat kini resmi di tutup. Bahkan, pemerintah juga sudah melarang adanya kegiatan dari organisasi tersebut.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait