#stunting#kesehatan

Anggaran Stunting Bandar Lampung 2022 Ditarget Terserap 15%

Anggaran Stunting Bandar Lampung 2022 Ditarget Terserap 15%
Stunting. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Bandar Lampung menargetkan dana alokasi khusus (DAK) penanggulangan stunting bisa terserap 15 persen di akhir tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PPKB, Santi Sundari, menjelaskan Bandar Lampung mendapatkan DAK Rp7,9 miliar. Anggaran itu baru terserap 6,3 persen atau Rp500 juta.

Anggaran itu untuk program nonfisik. Pemkot Bandar Lampung juga memberikan suntikan dana Rp2 miliar.

"Kami targetkan Desember bisa 15 persen," kata Santi, saat ditemui di kantornya, Selasa, 29 November 2022.

Dia menilai, rendahnya serapan anggaran itu akibat keterlambatan sosialisasi petunjuk teknis. Kemudian terdapat data kader KB sebagai penerima insentif yang berubah-ubah.

Anggaran digunakan untuk penanggulangan stunting, seperti sosialisasi, edukasi masyarakat, dan insentif pulsa bagi kader KB. Pihaknya membuat 25 kampung KB untuk memberikan pelayanan dan edukasi tentang stunting.

"Mudah-mudahan dalam pendataan di 2022 angka stunting Bandar Lampung turun," ujarnya.

Perkembangan data kasus stunting 2022 akan diterbitkan pemerintah pusat pada Desember. Sementara angka prevalensi stunting di Bandar Lampung mencapai 19,4 persen.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait