#SMEP

Anggaran Proyek SMEP Puluhan Miliar Belum Cair

Anggaran Proyek SMEP Puluhan Miliar Belum Cair
Gedung pasar SMEP sedang dalam pembangunan. MTVL/ Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pejabat Pembuat Komitmen Gedung Dinas PU, Pardi menyatakan dana pembangunan proyek gedung pasar SMEP sejak awal belum pernah ada pencairan dari Pemerintah Kota (pemkot) Bandar Lampung.

Selain itu Pardi juga mengatakan meski pengerjaan proyek senilai Rp25 miliar tersebut sudah melewati masa adendum, pihak PT Asmi Hidayat selaku rekanan belum membayarkan denda keterlambatan.

Baca juga: Pasar SMEP Lewati Batas Adendum

“Bagaimana mau didenda kalau pencairan dana saja tidak ada. Dari nol (awal) pengerjaan itu pakai uang mereka (PT Asmi Hidayat),” ujarnya, Selasa, 23 Maret 2021.

Kalau mengikuti peraturan, lanjutnya, PT Asmi Hidayat harus membayarkan sejumlah uang sebagai denda sesuai dengan peraturan.

“Kalau pemkot nuntut bayar denda ya harus keluarkan dulu anggarannya, bayar dulu ke PT Asmi Hidayat-nya. Kami juga mau menagih dendanya nggak enak karena dananya juga belum cair,” kata Pardi.

Menurut Pardi, pengerjaan proyek gedung pasar SMEP sesuai dengan laporan yang diterima sudah masuk dalam tahap finishing, yakni 90% hingga 95% pengerjaan.

“Kalau kami maunya semua cepat selesai, tapi kalau dana saja nggak keluar bagaimana mau selesai. Nanti dalam waktu dekat kami akan panggil pihak rekanan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Iwan Gunawan mengatakan belum dicairkannya dana proyek pembangunan gedung pasar SMEP dikarenakan belum adanya usulan dari rekanan.

“Ya mungkin belum mengusulkan ya kontraktornya, kalau sudah ada usulan kami akan segera usulkan ke keuangan,” kata dia.

Iwan mengatakan tahapan yang seharusnya dilakukan yaitu rekanan mengusulkan pencairan dana kepada Dinas PU, setelahnya Dinas PU mengusulkan ke keuangan Pemkot Bandar Lampung.

“Itu kan pemborong mengusulkan ke kami, kalau belum ada usulan ya nggak bisa diusulkan ke keuangan pemkot,” katanya.

Mengenai denda yang harus dibayarkan oleh rekanan, Iwan membenarkan bahwa sejak dikeluarkannya adendum denda sudah mulai terhitung.

“Denda sudah ada tapi belum ada pembayaran sama sekali dendanya,” ujarnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait