#beritalampung#beritalampungterkini#serapananggaran#anggaranbelaja

Anggaran Belanja Pemkab Lambar sampai November Baru Terealisasi 81,41%

Anggaran Belanja Pemkab Lambar sampai November Baru Terealisasi 81,41%
Ilustrasi. Dok


Liwa (Lampost.co) -- Realisasi anggaran belanja Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tahun anggaran 2022 hingga akhir November lalu baru 81,41% atau Rp928,069 miliar dari target Rp1,140 triliun. Jumlah anggaran yang belum terserap Rp211,965 miliar atau 18,59% karena selain pelaksanaannya ada yang di Desember juga masih dalam proses pelaksanaan. 

Kabag Administrasi Pembangunan Sekretariat Pemkab Lambar Suhendrawati, Senin, 12 Desember 2022, menjelaskan jumlah penyerapan anggaran hingga akhir November itu belum memenuhi angka ideal atau belum mencapai target jika dibandingkan dengan target keuangan kas. Sebab, idealnya hingga akhir November pencapaian semestinya 94,27% dari anggaran yang ditetapkan. 

"Kalau untuk idealnya penyerapan anggaran sampai akhir November itu seharusnya sudah 94,27% dari total anggaran Rp1,140 triliun. Namun itu belum tercapai karena masih ada sejumlah OPD yang serapannya belum sesuai target," katanya.

Baca juga: BPKAD dan Pemda Harus Lebih Memahami Sistem Laporan Keuangan 

Dia menjelaskan hasil rekapitulasi sesuai laporan penyerapan anggaran yang sudah masuk, ada tiga OPD yang penyerapan anggaran tertinggi berdasarkan kas keuangan sampai November. Ketiganya, yakni Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata dengan pencapaian penyerapan anggaran mencapai 99,18% dari target anggaran Rp10,028 miliar. Kemudian Kecamatan Sumberjaya terealisasi 98,86% dari target Rp1,240 miliar dan Badan Kesbangpol 96,06% dari target Rp4,2 miliar.

Sebaliknya, OPD yang serapannya terendah yaitu Dinas Kesehatan baru mencapai 73,33% dari target Rp133,962 miliar. Kemudian Kecamatan Sukau baru terealisasi 81,93% dari target Rp735 juta dan Dinas Pengendalian Penduduk, KB, dan PPPA baru mencapai 83,13% atau Rp9,5 miliar dari target Rp11,449 miliar.

Menindaklanjuti hal itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait untuk percepatan penyerapan yang pencapaiannya masih di bawah target ideal. Tujuannya agar OPD tersebut secepatnya melakukan upaya pencapaian sesuai dengan anggaran kas yang sudah direncanakan. 

“Kami juga berharap agar pengguna anggaran untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap proses pelaksanaan kegiatan di satkernya,” ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait