#pencabulan#kekerasanseksual

Anak Korban Sodomi di Lamteng Mengalami Trauma Bertemu Laki-laki

Anak Korban Sodomi di Lamteng Mengalami Trauma Bertemu Laki-laki
Ilustrasi setop kekerasan seksual diunduh Senin, 14 Maret 2022. (Medcom.id/Mohamad Rizal)


Gunungsugih (Lampost.co)-- Suparno (25) Warga Lampung Tengah(Lamteng) ditangkap polisi lantaran melakukan tindak pelecehan seksual sodomi terhadap anak yang masih sekolah dasar. Anak korban sodomi yang mengalami kejahatan seksual akibat ulah Suparno pada (31/1/2022) mengalami trauma, takut untuk bertemu laki-laki. 

Pemerintah kabupaten setempat, melalui dinas terkait harus memberikan penanganan yang ekstra, dalam pendampingan terhadap korban sodomi di Lamteng. 

"Kondisi anak trauma, dan takut ketemu laki-laki. Yang jelas kami harus segera. Karena dia (korban) harus bersekolah, kalau terlalu lama di rumah aman, sekolah bagaimana. Kemarin sudah ada pesiolog, harus ada penanganan ekstra," kata Eko Yuono Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lampung Tengah, di Kantor LPA, Lampung Tengah, Senin, 14 Maret 2022. 

Baca juga: Anak Korban Kekerasan Harus Diberikan Pendampingan untuk Hindari Stres

Ia menerangkan, pelaku Suparno ternyata pernah menjadi korban sodomi, pada 7 sampai 8 tahun silam. Namun, pelakunya tidak diproses secara hukum. Eko menyatakan hal itu harus menjadi perhatian semua pihak, terutama pemerintah daerah. 

"Kalau tersangka, pernah menjadi korban sodomi, walau itu tidak berproses hukum. Ketika dia masih anak-anak pernah dicabuli kawannya," ujar Eko Yuono. 

Di sisi lain, saat ini kasus sodomi ini belum P21 atau belum lengkap berkas perkaranya. Sebab belum ada petunjuk selanjutnya dari jaksa. 

"Pelaku masih di polsek, status perkara masih sidik. Belum P21, belum ada petunjuk untuk melengkapi perkara. Iya, kasus ini sudah sebulan lebih," kata Kanit Reskrim, Polsek Seputihmataram Bripka Marzen. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait