#difabel

Anak Difabel Butuh Motivasi Orang Sekitar

Anak Difabel Butuh Motivasi Orang Sekitar
Anak difabel belajar melaksanakan salat berjamaah. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anak berkebutuhan khusus (ABK) atau difabel dinilai istimewa. Mirisnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami lebih jauh tentang spesialnya. 

Guru Pendamping Khusus SD Insan Mandiri Bandar Lampung, Tria Melisa, mengatakan anak penyandang disabilitas masih dianggap sebelah mata. Sebagian orang masih kurang memahami tentang ABK. 

Padahal, ABK membutuhkan pendampingan ekstra dari orang tua dan sekelilingnya agar bisa mandiri, setidaknya dapat melayani diri sendiri. 

"ABK tidak bisa melulu dilihat dari sisi kekurangan atau kekhususannya, tetapi ABK itu punya potensi yang harus dimotivasi dan didukung orang-orang sekitarnya," kata Tria, kepada Lampost.co, Senin, 29 Agustus 2022.

Dia berharap, semua stakeholder memberikan edukasi lebih luas dan masif kepada masyarakat terhadap ABK dan kiat mendidiknya. 

"ABK bukan aib, mereka punya hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang baik," ujar Tria.

Menurut Tria, kesabaran dan rasa ikhlas hal yang wajib dimiliki ketika mendidik ABK. Orang tua ABK juga dituntut untuk terus menggali pengetahuan lebih luas tentang ABK. 

"Wawasan harus terbuka, sehingga semakin mengenal ABK. Jadi tidak memandang ABK sebelah mata, tapi sebagai anak spesial," ujar dia.

Hal yang tidak kalah penting yakni terus memberi apresiasi dan motivasi, sehingga ABK semakin bersemangat ketika mampu melakukan pencapaian baru. Beberapa kiat tersebut diyakini dapat menciptakan kemandirian pada diri ABK.

"Yang paling penting untuk ABK adalah kemandirian karena itu modal dasar mereka agar bisa masuk ke tengah masyarakat atau setidaknya bisa menyesuaikan diri di lingkungan sekolah," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait