#gabah#petani

Alur Penjualan Gabah di Metro Mudahkan Petani

Alur Penjualan Gabah di Metro Mudahkan Petani
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Herry Wiratno. (Foto:Lampost.co/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) kota setempat menyebut penjualan gabah di Bumi Sai Wawai sesuai dengan alur yang tepat. 

Kepala DKP3 Kota Metro, Herry Wiratno mengatakan menjelang panen raya di Kota Metro alur penjualan gabah sudah tertata dengan baik dan tidak merugikan para petani. 

"Jadi, untuk alurnya itu di masing-masing kelurahan itu ada agen yang nantinya disetorkan ke pabrik besar. Maka, dari petani di beli oleh agen dan dikirim ke pabrik besar. Seperti pabrik milik pak Ampian, pabrik Anwar, dan beberapa pabrik besar lainnya," kata dia, 6 Maret 2023. 

Dia menjelaskan, untuk harga jualnya, para agen membeli dari petani diatas harga pembelian pemerintah (HPP) dan memiliki keuntungan sebesar Rp300 perkilogramnya. 

"Kalau misal di petani itu harga Rp4.700 maka agen menjual ke pabrik sebesar Rp5.000 perkilogram nya," ujarnya. 

Diketahui, untuk harga pembelian batas bawah gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp. 4.200 kilogram, kemudian GKP ditingkat penggilingan sebesar Rp 4.250 perkilogram. 

Sementara itu, untuk gabah kering giling (GKG) ditingkat penggilingan sebesar Rp 5.250 dan harga beras medium di gudang Perum Bulog sebesar Rp.8.500 perkilogram.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait