#PENGANIAYAAN#ADEARMANDO

Alissa Wahid Nilai Pengeroyok Ade Armando Minim Cara Berpikir Kritis

Alissa Wahid Nilai Pengeroyok Ade Armando Minim Cara Berpikir Kritis
Koordinator Jaringan Gus Durian Alissa Wahid. (MI/Adam Dwi)


Jakarta (Lampost.co) --  Pengeroyokan pegiat media sosial Ade Armando dinilai dilakukan oleh seseorang yang minim memiliki cara berpikir kritis. Mereka gampang tersulut oleh isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 
 
"Ketika ada yang meneriakan (Ade sebagai) penista agama, itu mudah menjadi trigger (orang melakukan kekerasan) apalagi saat berada di kerumunan," ujar Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid dalam program acara Newsmaker by Medcom.id bertajuk Insiden Ade Armando, Ini Kata Putri Gus Dur, secara virtual, Sabtu, 16 April 2022. 
 
Alissa menilai seseorang yang memiliki cara berpikir kritis akan berpikir dua kali untuk melakukan tindak kekerasan. Terlebih apabila isu yang berkembang tidak sesuai dengan sudut pandangnya.

"Orang yang memiliki critical thinking akan berpikir ah itu tanggapan kamu (saja terkait Ade Armando), jadi ada self control," jelasnya. 

Alissa enggan berasumsi apakah orang yang melakukan kekerasan terhadap akademisi Universitas Indonesia itu berasal dari kelompok radikal. Namun, ia tidak memungkiri bahwa tidak sedikit masyarakat yang menilai Ade sebagai seseorang yang menistakan agama Islam melalui beberapa pernyataannya di media sosial.
 
"Jadi ketika ada yang berikan pemicu (Ade) penista agama, keluar jadi tindakan tidak terkendali," jelas dia.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait