#lahansawah#pertanian#beritalampura

Alih Komoditas Lahan Sawah di Lampura Ancam Ketahanan Pangan

( kata)
Alih Komoditas Lahan Sawah di Lampura Ancam Ketahanan Pangan
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Utara, Muntofik, bersama tim meninjau pembangunan jaringan irigasi tersier di Kecamatan Kotabumi, beberapa hari lalu. Foto: Dok

Kotabumi (Lampost.co): Penyusutan luas lahan persawahan di Kabupaten Lampung Utara sangat mengkhawatirkan. Penyusutan luas lahan baku persawahan yang terjadi setiap tahunnya ini dimungkinkan akan sangat sulit dikendalikan. 

"Merujuk pendataan BPN Lampung Utara di Tahun anggaran 2018/2019, tercatat luas lahan baku sawah 19.383 hektare (ha). Pendataan di Tahun Anggaran 2019/2020, luas areal lahan baku sawah tergerus menjadi 14.973 ha," jelas Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Dinas Pertanian Lampung Utara, Muntofik, disela acara sosialisasi percepatan pembangunan prasarana dan sarana infrastruktur pertanian, Jumat, 11 September 2020.

Dia mengatakan dalam setahun terjadi alih komoditas lahan sawah seluas 4.410 ha. Di acara yang dihadiri 23 kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pertanian di 23 kecamaan, Muntofik mengatakan persoalan kedepan yang mesti disikapi daerah adalah masalah pangan. Menurutnya tantangan program pertanian untuk jangka menengah serta jangka panjang adalah menekan laju alih komoditas luas lahan baku persawahan di kabupaten. 

"Penyebab penyusutan lahan baku sawah adalah debit air dari saluran irigasi tidak sampai di areal persawahan dan akhirnya memaksa petani untuk beralih komoditas menjadi areal perkebunan," kata dia.

Sedangkan untuk areal lahan sawah di wilayah padat penduduk, khususnya di Kotabumi diketahui telah beralihfungsi menjadi wilayah pemukiman ataupun menjadi pertokona karena dinilai lebih menghasilkan secara finansial dibandingkan dengan mengolah lahan sawah.  

"Saat ini, kami melalui 23 kepala UPTD kecamatan sedang menginventarisir prasarana dan sarana untuk menunjang pertanaman di persawahan, seperti jaringan irigasi tersier, embung, dan parit untuk memastikan air sampai ke lahan persawahan," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar