#alibaba#e-commerce#jackma#zhang

Alibaba di Tangan Zhang

Alibaba di Tangan Zhang
Jack Ma pensiun dari Alibaba, persis diulang-tahunnya yang ke-55.Istimewa


Beijing (Lampost.co): Bos Alibaba Group Jack Ma resmi pensiun, Selasa, 10 September 2019. Persis diulang-tahunnya yang ke-55.

Ma pergi dengan kisah sukses. Dia mewariskan perusahaan dengan nilai valuasi USD460 miliar. Namun, bisnis e-commerce kini tengah melambat tajam.

Posisi Ma kini diisi Chairman Alibaba, Daniel Zhang. The CEO Magazine menyebut, Zhang bukan orang baru di perusahaan raksasa asal negeri Tirai Bambu itu. Zhang sudah 12 tahun berkarier di Alibaba.

Zhang punya andil besar mengantarkan Alibaba besar, kala menjabat Chief Financial Officer (CFO) di Taobao, sebuah marketplace anak perusahaan Alibaba sampai 2011.

Zhang juga mengambil peran sebagai General Manager Tmall.com, platform bussiness to consumer (B2C) milik Alibaba pada Agustus 2008. Zhang diangkat menjadi Tmall.com pada Juni 2011.

Sebelum bersama Alibaba, pada September 2005 hingga Agustus 2007, Zhang menjadi Kepala Staf Keuangan Shanda Interactive Entertainment Limited, pengembang dan operator game online yang terdaftar di Nasdaq. Pada 2002 hingga 2005, Zhang adalah manajer senior Audit dan Penasihat Bisnis PricewaterhouseCoopers (PwC) Shanghai.

Zhang dikenal memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan baik. Namun, penampilan Zhang masih kalah flamboyan dibandingkan dengan Ma, koleganya sekaligus pengusaha paling kaya di Tiongkok.

Kepada Bloomberg Businessweek, Zhang menuturkan, timnya telah membangun fondasi sangat kuat di dunia e-commerce, logistik, pembayaran, dan cloud computing agar kesuksesan yang diraih Alibaba bertahan dalam waktu lama.

"Kami sudah merencanakan kesuksesan ini untuk waktu lama. Ini adalah tahun ke-20 kami," kata Zhang, Rabu, 11 September 2019.

Zhang dan tim kini fokus mengembangkan infrastruktur digital dan lebih peka terhadap keluhan pelanggan. Alibaba baru saja mengakuisisi platform e-commerce lintas batas terbesar kedua di Tiongkok, NetEase Kaola, pada 2 September 2019.

Menurut Zhang, Alibaba masih yakin pasar e-commerce impor di Tiongkok masih berpotensi besar. Zhang pencaya sekali pentingnya akuisisi dalam sebuah bisnis.

"Saya percaya setiap bisnis memiliki siklus hidup. Anda harus inovatif dan menciptakan bisnis baru dengan teknologi baru, dengan model baru. Maka itu dapat membuat seluruh bisnis menjadi berkelanjutan," jelas dia. "Saya lebih suka melihat bisnis baru daripada membunuh bisnis yang sudah ada."

Zhang, yang mengevaluasi kinerjanya setiap tahun, juga akan mengadakan kelas triwulan untuk mempersiapkan calon pemimpin masa depan Alibaba. Dia banyak bertukar pikiran dan merekrut orang baru.

"Saya tidak melakukan ini untuk posisi tertentu. Saya ingin menemukan beberapa orang dengan pengalaman yang baik dan potensi yang baik untuk pemimpin masa depan," terang Zhang.

EDITOR

medcom.id

loading...




Komentar


Berita Terkait