#Jokowi#Kemenristek#Kemendikbud

Alasan Jokowi Satukan Kemenristek dan Kemendikbud

Alasan Jokowi Satukan Kemenristek dan Kemendikbud
Ilustrasi. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso.


Jakarta (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo mengungkap alasan pemerintah melebur Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Jokowi sekaligus menjelaskan soal wacana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai lembaga tersendiri. 

"Strategi besarnya adalah membangun pondasinya dulu, mulai dari infrastruktur, setelah itu SDM (sumber daya manusia), lalu masuk ke riset, inovasi dan teknologi," kata Presiden Jokowi, mengutip Media Indonesia, Rabu, 21 April 2021.

Nantinya, semua fungsi penelitian dan pengembangan pada kementerian akan berada di bawah koordinasi BRIN. Presiden mengatakan nantinya anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) yang ada di setiap kementerian atau lembaga akan dipusatkan di BRIN. 

Dengan pemusatan anggaran Balitbang di BRIN, harapannya akan ada produk riset dan inovasi yang jelas, tepat sasaran, dan tepat guna. Anggaran Balitang yang tersebar di Kementerian dan lembaga saat ini mencapai Rp22 tiriliun-Rp23 triliun.  

"Jadi anggarannya, pelaksanaannya, akan terpusat dan terkonsolidasi di dalam satu lembaga saja," ujar Presiden.

Harapannya, penelitian dan pengembangan akan lebih fokus dan produktif.  "Bisa langsung membuat produk. Misalnya apa? GeNose, ventilator dan sebagainya. Jadi anggarannya tepat sasaran," ungkap Jokowi. 

Sementara, fungsi riset dan teknologi yang dilebur pada Kemendikbud hanya akan mengurusi soal akademis saja.  Selain itu, kata Presiden pembentukkan BRIN sendiri merupakan amanat undang-undang (UU), tepatnya UU Nomor 11 tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.  

"BRIN ini amanat undang-undang loh," ujar Presiden.  

Melalui sidang paripurna pada 9 April 2021, DPR menyetujui rencana pemerintah membentuk Kementerian Investasi serta melebur Kementerian Riset dan Teknologi ke dalam Kemendikbud. Persetujuan ini diberikan usai DPR menerima Surat Presiden nomor R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait