#semeru#erupsi

Tim Evakuasi Terpaksa Ditarik karena Semeru Bergeliat

Tim Evakuasi Terpaksa Ditarik karena Semeru Bergeliat
Seluruh tim SAR gabungan di tambang pasir Dusun Curah Kobokan diminta untuk turun mencari posisi yang aman. Metro TV


Lumajang (Lampost.co) -- Aktivitas vulkanis Gunung Semeru meningkat pada Minggu, 12 Desember 2021, pagi. Proses evakuasi di Curah Kobokan dihentikan sementara mengantisipasi luncuran awan panas susulan. 

Seluruh tim SAR gabungan yang melakukan proses pencarian di Sektor I, tepatnya di tambang pasir Dusun Curah Kobokan diminta untuk turun mencari posisi yang aman sejak pukul 09.00 WIB. Beberapa kali getaran akibat peningkatan aktivitas vulkanis dari Gunung Semeru dan cuaca yang memburuk jadi sebab.

Menurut laporan tim Metro TV di lapangan, Gunung Semeru tertutup kabut yang menyebabkan aktivitas Gunung Semeru sulit dipantau hingga pukul 11.00 WIB. Hal ini dilaporkan pos pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Sawur. 

“Hingga saat ini belum ada instruksi lebih lanjut terkait evakuasi pada siang ini, karena peningkatan aktivitas Gunung Semeru,” ujar jurnalis Metro TV Cicilia Sinabariba dalam program Metro Siang, Minggu, 12 Desember 2021.

PVMBG menyebut potensi awan panas guguran (APG) masih dapat terjadi hingga beberapa hari ke depan. Namun, intensitas dan jarak luncur APG diprediksi yang tidak sebesar Sabtu, 4 Desember 2021. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofikasi (BMKG) memprediksi hujan akan terjadi selama beberapa hari ke depan, terutama di wilayah sekitar Gunung Semeru. Seluruh masyarakat yang berada di aliran sungai dan tim yang berada lapangan diimbau waspada aktivitas Semeru dengan skala lebih kecil. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait